Bupati Pidie Luncurkan Program Gizi Anak SD

Bupati Pidie, Roni Ahmad alias Abusyik meluncurkan progas (program gizi anak sekolah) di SDN 3 Tangse, Pidie, Senin (29/4)

Bupati Pidie Luncurkan  Program Gizi Anak SD
SERAMBI /NUR NIHAYATI
Bupati Pidie, Roni Ahmad alias Abusyik (peci merah) melauching progas (program gizi anak sekolah) di SDN 3 Tangse, Pidie, Senin (29/4). Progas adalah pemberian sarapan pagi sehat untuk anak SD sebelum belajar. SERAMBI /NUR NIHAYATI 

SIGLI - Bupati Pidie, Roni Ahmad alias Abusyik meluncurkan progas (program gizi anak sekolah) di SDN 3 Tangse, Pidie, Senin (29/4). Ribuan anak SD di 33 sekolah dari 278 SD di Pidie menjalankan program gizi anak sekolah, sebelum mata pelajaran pertama dimulai, dimana diberi sarapan pagi.

Progas ini adalah pemberian sarapan pagi untuk anak SD sebelum dimulai pelajaran jam pertama, agar anak bisa tumbuh sehat dan meng antisipasi stunting (anak pendek). Saat peluncuran, ditandai dengan melepas burung merpati dan balon ke udara tertulis lambang ‘progas 2019’.

Kegiatan itu juga dihadiri perwakilan World Food Program (WFP), Kementerian Dinas Pendidikan RI. Para kepala SD, pengawas dan tokoh pendidikan juga hadir. Selain itu, juga disalurkan bantuan peralatan masak untuk SD penerima progas.

Sekretraris Dinas Pendidikan Pidie, Drs Ridwandi mengatakan jumlah bantuan Progas dari APBN 2019 sebesar Rp 1,5 miliar untuk 2.580 anak dengan lokasi SD di Kecamatan Padang Tiji, Indra Jaya, Sakti dan Tangse.

Sedangkan yang didanai APBK Pidie 2019 sebanyak Rp 2,1 miliar untuk 13 SD dengan jumlah murid 1.792 anak. Lokasinya SD di Kecamatan Simpang Tiga, Tiro, Glumpang Tiga, Titeu, Mane, Geumpang, Delima, Batee, Muara Tiga dan Peukan Baro.

Dikatakan, progas ini sudah memasuki tahun ke dua dan pada 2018 berjalan sukses di 10 SD yang didanai APBN 2018. Perwakilan World Food Programme (WFP), Niken mengatakan, progas merupakan kerjasama antara WFP dan Kementerian Pendidikan RI.

“Pidie salah satu daerah di Indonesia mendapat perhatian khusus sebagai tempat dilakukan progas,” katanya. Niken mengatakan, dia mengapresiasikan Pemkab Pidie yang juga mengalokasi dana untuk Progas, sehingga tidak hanya dari APBN saja.

“64 Kabupaten mendapatkan progas, salah satunya di Pidie. Sarapan pagi penting untuk gizi anak SD, karena berdasarkan analisa WFP, progas merupakan investasi pendidikan efektif, sehingga anak akan berkembang secara optimal,” katanya.

Sedangkan Kepala Dinas Pendidikan Pidie, H Idhami MSi mengatakan, progas mulai dijalankan, dimana sarapan pagi diberikan selama 90 hari. “Jumlah hari diatur tidak setiap hari, tergantung sekolah mengatur dalam seminggu,” katanya.

Dikatakan, sarapan pagi disiapkan sekolah yang diolah oleh guru piket dengan unsur makanan sehat, kemudian diberikan untuk anak murid sebelum jam belajar pertama.(aya)

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved