Enam Rumah Harus Direlokasi

Sebanyak enam unit rumah yang berada dekat pinggiran Sungai Tangse, Pidie harus segera direlokasi ke tempat yang lebih aman

Enam Rumah Harus Direlokasi
SERAMBINEWS.COM/NUR NIHAYATI
Kondisi erosi sungai di Gampong Paloh Kecamatan Padang Tiji, Pidie, Selasa (9/1). 

* Dekat Pinggiran Sungai Tangse

SIGLI - Sebanyak enam unit rumah yang berada dekat pinggiran Sungai Tangse, Pidie harus segera direlokasi ke tempat yang lebih aman. Dari jumlah itu, hanya satu rumah yang rusak berat, sedangkan lainnya rusak ringan, tetapi juga harus dipindah ke tempat lain.

Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Pidie, Ir Dewan Ansari, Minggu (28/4) menjelaskan rumah rusak berat hanya satu unit dan 10 rumah lainnya hanya terkena imbas banjir luapan sungai di Tangse. “Untuk direlokasi bukan satu rumah, tapi enam rumah, karena jainnya juga sudah dekat dengan sungai,” ujarnya.

Dia mengatakan untuk relokasi akan segera dikoordinasikan dengan Dinas Perumahan dan Pemukiman Pidie. Ditambahkan, rumah rusak akibat banjir luapan di Tangse, hanya rumah milik Bahagia (45) di Gampong Ranto Panyang dan jalan yang rusak juga terdapat di gampong itu bersama Blang Tengoh, Tangse.

Prihal upaya yang dilaksanakan BPBD pasca banjir Kamis (25/4) lalu, Dewan Ansari menyatakan telah mengerahkan satu exavator untuk membersihkan sedimen lumpur banjir. “Bisa satu bulan, karena untuk satu gamppong bisa satu minggu yakni Ranto Panyang, Pulo Seunong, Blang Tengoh dan Blang Bungong. Itu gampong terimbas banjir,” katanya.

Untuk koordinasi dengan Dinas Perkim Pidie untuk rumah yang rusak diterjang banjir, dia kembali menegaskan harus direlokasi ke daerah aman. “Lokasi rumah sudah dekat dengan tepi sungai dan jika direhab dikhawatirkan bisa rusak lagi diterjang banjir, sehingga perlu direlokasi,” jelasnya.

Terkait jalan putus di Gampong Blang Bungong Tangse, dia menyatakan telah bisa dilintasi lagi mulai pukul 18.00 WIB. “Kalau untuk jalan Ranto Panyang Tangse direncanakan akan dipasang box culvert untuk mengatasi saluran jangan tersumbat,” katanya, tetapi belum mengetahui jumlah dana yang dibutuhkan. “Kalau untuk jalan, kita kerahkan alat berat untuk membersihkan sedimen lumpur,” katanya.

Diberitakan sebelumnya, banjir yang menerjang Kecamatan Tangse, Pidie pada Kamis (25/4) sore telah menyebabkan lima rumah rusak, satu di antaranya rusak parah. Jalan di kawasan Tangse juga putus, seiring empat titik jalan ditutupi material longsor dari perbukitan.

Jalan putus terdapat di perbatasan Gampong Blang Bungong dan Blang Jeurat, Kecamatan Tangse, Pidie, sehingga jalur mobil penumpang L-300 dari Beureunun-Tangse ke Meulaboh dialihkan melalui jalan kampung. Aiyub (40) warga Blang Dhot Tangse ditemui di lokasi mengatakan, mobil L-300 harus memutar dari Blang Teungoh ke Layan hingga Keudee Tangse.

“Lebih jauh sekira 8 Km dari jalan biasanya,” katanya. Penumpang L-300 yang ditemui di Blang Bungong Tangse mengkhawatirkan jalan putus ini, karena jalur alternatif melewati kebun dan jalan gampong. “Kita khawatir pada malam hari, karena jalan sepi,” ujar Ima, seorang penumpang L-300 yang turun di Tangse dari Meulaboh.

Sementara, lima rumah rusak akibat banjir milik Bahagia (45) di Gampong Ranto Panyang dan empat rumah rusak ringan milik Saidah, Razali Ben, M Yunus dan Sapuri M Risyad.(aya)

rencana relokasi lima rumah
* Satu rumah rusak berat diterjang banjir
* Lima rumah dekat dengan tepi sungai
* Dikhawatirkan, bisa tergerus banjir
* BPBD rencanakan relokasi ke tempat aman
* Berkoordinas dengan Dinas Perkim Pidie
* Lintasi Tangse sudah bisa dilintasi lagi
* Alat berat bersihkan material longsor

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved