Harga Bawang dan Cabai Melonjak

Menjelang bulan Ramadhan, harga produk pertanian yang merupakan komoditas unggulan di Kabupaten Gayo Lues (Galus)

Harga Bawang dan Cabai Melonjak
SERAMBINEWS.COM/NUR NIHAYATI
Pedagang melayani pembeli memilih bawang merah di Pasar Pante Tengah, Kota Sigli yang dijual berkisar harga Rp 36.000 hingga Rp 40.000 per kilogram, Selasa (9/4/2019). 

BLANGKEJEREN - Menjelang bulan Ramadhan, harga produk pertanian yang merupakan komoditas unggulan di Kabupaten Gayo Lues (Galus), yakni cabai dan bawang merah berangsur naik. Padahal, sebelumnya harga komoditas tersebut sempat anjlok.

Berdasarkan informasi yang diperoleh Serambi, harga cabai dan bawang merah di kabupaten itu berangsur naik dan melonjak saat ini. Apalagi memang sangat sedikit para petani yang sedang melakukan panen raya untuk cabai. Sedangkan untuk bawang merah dilaporkan sedang memasuki musim panen. Tingginya permintaan jelang Ramadhan menyebabkan sebagian bawang Gayo Lues dipasok ke luar. Namun, hingga kini Serambi belum memperoleh informasi sebanyak apa petani yang akan panen bawang di sejumlah kecamatan Gayo Lues.

Saat ini harga eceran cabai dijual berkisar Rp 30.000 hingga Rp 35.000 per kilogram. Harga itu tergantung pada kualitas cabai hasil panen petani tersebut. Jika panen perdana tentu dihargai lebih tinggi dibandingkan dengan panen-panen selanjutnya. Sedangkan harga eceran di tingkat pedagang penampung mencapai Rp 28.000 hingga Rp 32.000 per kilogram.

“Harga cabai merah saat ini sudah mencapai Rp 35.000 per kilogram, naik dari harga sebelumnya yang sempat anjlok Rp 5.000 hingga Rp 14.000 per kilogram, sehingga sebagian besar para petani sempat mengalami kerugian kala itu. Ada bahkan petani yang membiarkan tanaman itu tidak terawat,” kata Sika, dibenarkan sejumlah petani cabai merah lainnya di Kutapanjang kepada Serambi, Senin (29/4).

Menurut Sika, bukan hanya harga cabai merah yang naik pada saat ini. Harga bawang merah juga melonjak mencapai Rp 30.000 per kilogram, padahal sebelumnya hanya Rp 18.000. “Menjelang Ramadhan, harga kedua hasil pertanian itu melonjak di pasar,” sebut petani bawang dan cabai merah lainnya di Kecamatan Blangjerango.

Permintaan Tinggi
Seperti biasa terjadi setiap tahun, harga bawang merah memang kerap melonjak, khususnya karena tingginya permintaan menjelang bulan Ramadhan. Apalagi jenis komoditas ini memang bisa disimpan dalam waktu yang lebih lama. Jika pun hasil panen melimpah, bawang merah bisa disimpan berbulan-bulan dengan metoda penyimpanan yang benar. Ini berbeda dengan tomat atau sayuran. Bukan hanya bawang merah, secara nasional harga bawang putih juga naik drastis, lantaran pasokan di pasar minim. Apalagi pemerintah belum memutuskan kapan jadwal impor pasti dilakukan. Kondisi di pasar bertambah parah karena peningkatan permintaan, sementara suplai seperti biasa, bahkan minim. Namun, pemerintah yang dianggap punya segala instrumen bisa menahan tingginya harga dengan sejumlah kebijakan.(c40/sak)

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved