Setya Novanto Terpergok di Rumah Makan Padang, Ditjen Pemasyarakatan Janji Tindak Tegas

Menurut Sri Puguh, ada sejumlah kondisi medis yang membuat Novanto harus diperiksa lebih lanjut di RSPAD.

Setya Novanto Terpergok di Rumah Makan Padang, Ditjen Pemasyarakatan Janji Tindak Tegas
Chanel youtube Najwa Shihab
Terpidana Korupsi, Setya Novanto saat menunjukan menu nasi goreng di Lapas Sukamiskin Bandung 

"Catatan untuk kembali ke RSPAD bukan dari dokter Lapas, tapi dari dokter RSPAD atas rekomendasi tersebut, Kalapas mengajukan surat permohonan kepada Kadipas dilengkapi dengan surat jaminan dari keluarganya, jaminan tidak lari dan seterusnya," kata dia.

Kemudian, Divisi Pemasyarakatan Jawa Barat mengajukan permohonan ke Ditjen PAS. Menurut Sri Puguh, pihaknya kemudian berkomunikasi dengan pihak RSPAD terkait kondisi Novanto.

"Memang syaratnya untuk kembali kontrol baru dikeluarkan izin oleh Dirjen Pemasyarakatan untuk berobat di RSPAD. Ini sesuai dengan prosedur dan mekanismenya," kata dia.

Saat berangkat dari Lapas Sukamiskin, Novanto sudah dikawal oleh tim polisi dan petugas pengawalan dari Lapas.

Setibanya di RSPAD, Novanto menjalani pengecekan medis dan tindak lanjut lainnya oleh tim dokter.

"Terhadap kejadian itu (terlihat di Restoran Padang) kami bentuk tim untuk melakukan pendalaman kok bisa yang bersangkutan makan di rumah makan padang. Ternyata memang ingin makan bubur sekaligus angin-angin, itu sekaligus yang kami dapatkan informasi, jadi kelengkapannya (peristiwa) seperti itu. Jadi tidak tunggal," kata dia. Ia menjelaskan, tim Ditjen PAS akan menyelidiki lebih lanjut soal peristiwa ini.

Dikutip dari Tribunnews.com, Sri Puguh Budi Utami menjelaskan kronologi mengenai Setnov yang diketahui sempat di Rumah Makan Padang.

Disebutkan kala itu Setnov tengah melakukan kegiatan di luar lapas yaitu kontrol ke dokter RSPAD Gatot Soebroto.

"Yang bersangkutan (Setya Novanto) ada catatan dari dokter RSPAD bahwa tanggal 24 April diminta untuk kontrol kembali atas kondisi kesehatannya," jelas Sri Puguh Budi Utami di Gedung Merah Putih KPK, Setiabudi, Jakarta Selatan, Selasa (30/4/2019).

"Sebelumnya teman-teman kami di Lapas juga melakukan pengecekan dari dokter Lapas jadi catatan untuk kembali ke RSPAD bukan dari dokter Lapas tapi dari dokter RSPAD," ujarnya.

Halaman
1234
Editor: faisal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved