Delapan Mobil Rusak Milik Pemkab Pidie Jaya Ditarik ke Gudang

Semua data aset pemerintah terus dikebut termasuk dengan beberapa persil tanah sebagai aset tak bergerak

Delapan Mobil Rusak Milik Pemkab Pidie Jaya Ditarik ke Gudang
SERAMBINEWS.COM /IDRIS ISMAIL
Alat berat jenis Beko mengevakuasi mobil jenis Toyota Hilux aset Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pijay untuk digudangkan sebelum dilakukan penghapusan aset, Rabu (1/5/2019). 

Delapan Mobil Rusak Milik Pemkab Pidie Jaya Ditarik ke Gudang

Laporan Idris Ismail I Pidie Jaya

SERAMBINEWS.COM, MEUREUDU - Delapan unit mobil aset Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pidie Jaya (Pijay) tahun 2017 sampai 2008 lalu dengan kondisi rusak parah diamankan dalam gudang di kompleks perkantoran Cot Trieng Meureudu.

Pihak pemerintah setempat melalui Badan Pengelolaan Keuangan Kabupaten (BPKK) hingga akhir tahun ini terus mengebut penyelesaian pandataan aset.

Kepala BPKK Pijay, Drs M Diwarsyah melalui Kepala Bidang (Kabid) Aset Bustamian SSos kepada Serambinews.com, Selasa (30/4/2019) mengatakan, pendataan untuk aset bergerak berupa mobil delapan unit milik Pemkab yang kini ditarik ke gudang setelah dilakukan pendataan.

Baca: Kontraktor dan PPK Jalan Dua Jalur Aceh Tenggara Diamankan Tim Direskrimsus Polda Aceh

"Semua unit mobil tersebut edisi tahun 2007 dan 2008 kondisinya telah rusak berat dan tidak dapat beroperasi lagi sehingga perlu ditarik ke gudang induk, sehingga aset tersebut tak luput dari pendataan inventaris aset pemerintah, "sebut Bustamian.

Kedelapan unit mobil itu berupa bus sekolah pada Dinas Perhubungan (Dishub), dua unit Toyota Hilux pada BPKK, Toyota Kijang pada Satpol PP dan WH, dua unit Mitsubishi L-300 dan satu Nissan Terano pada Dinas Kesehatan.

Kemudian satu unit Mitsubishi Dum Truk pada Dinas Lingkungan Hidup (DLH), mobil tangki air Daewoo pada Dinas Pekerjaan Umum (PU).

Baca: Update Hasil Real Count KPU Terbaru, Rabu 1 Mei Pukul 10.00 WIB, Ini Selisih Jokowi vs Prabowo

Selain itu, pihaknya juga turut menarik mobil traktor pada Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Distanpang) serta besi bekas baik besi jembatan, tulangan dan besi biasa pada beberapa dinas akibat rusak pasca bencana gempa 2016 lalu.

Semua data aset pemerintah terus dikebut termasuk dengan beberapa persil tanah sebagai aset tak bergerak.

Bagi aset yang tidak dapat digunakan lagi, pihak BPKK telah mengundang seluruh SKPK terkait untuk dapat dilakukan upaya penghapusan aset. (*)

Penulis: Idris Ismail
Editor: Hadi Al Sumaterani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved