Film Kucumbu Tubuh Indahku Menuai Kecaman, Garin Nugroho Kecewa!

Sebagai sineas yang menggarap film tersebut, Garin Nugroho kecewa. Media sosial justru menjadi tempat massa untuk 'menghakimi' karyanya.

Film Kucumbu Tubuh Indahku Menuai Kecaman, Garin Nugroho Kecewa!
Istimewa
Poster Film Kucumbu Tubuh Indahku 

SERAMBINEWS.COM - Pemutaran film Kucumbu Tubuh Indahku di bioskop menuai kecaman beberapa pihak, termasuk tiga pemerintah daerah; Depok, Jawa Barat, serta Kubu Raya dan Pontianak, Kalimantan Barat.

Film terbaru garapan sutradara Garin Nugroho yang mulai ditayangkan di bioskop pada 18 April lalu itu dikecam setelah dituding mengkampanyekan isu LGBT (Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender).

Bahkan, film garapan sutradara Garin Nugroho ini diboikot di berbagai daerah dan sampai muncul sebuah petisi di sejumlah media sosial untuk menurunkan film itu dari layar bioskop.

Poster Film Kucumbu Tubuh Indahku (istimewa)

Baca: Netizen Indonesia dan Vietnam Terlibat Perang di Medsos, Akun Instagram Maskapai Ini Jadi Korban

Baca: Praktik Tukar Istri, Merasa Berdosa Salah Satu Korban Mau Bunuh Diri

Baca: Gabungan Forum Silaturahim Ustazah Kecamatan Kuta Alam dan Para Santri Pawai Targhib Ramadhan

Film yang diproduseri Ifa Isfansyah yang juga dikenal sebagai sutradara film tersebut juga dipetisikan Budi Robantoro dan Rakhmi Mashita karena dianggap mengkampanyekan gerakan LGBT.

Sebagai sineas yang menggarap film tersebut, Garin Nugroho kecewa. Media sosial justru menjadi tempat massa untuk 'menghakimi' karyanya.

“Saya kecewa. Media sosial jadi tempat penghakiman massa. Lempar batu sembunyi tangan. Tidak hanya film saya, tapi banyak film," kata Garin Nugroho ketika berdiskusi di Auditorium Visinema Campus, Jalan Kramat, Cilandak, Jakarta Selatan.

Menurut Garin Nugroho, pikiran masyarakat terhadap karya filmnya itu keliru, kemudian melakukan penghakiman massa tanpa kajian.

Berbeda pandangan dan pendapat adalah hal wajar. Garin Nugroho memahami betul sikap tersebut. Namun, cara menyikapi karya filmnya seharusnya dilakukan dengan cara baik dan demokratis.

"Di era media sosial, seringkali kalangan elit, institusi politik dan lembaga pemandu nilai, tidak lagi memandu warga menjadi lebih berkualitas, namun lebih mengikuti kehendak netizen," ucap Garin Nugroho.

Potongan adegan film 'Kucumbu Tubuh Indahku' garapan sutradara Garin Nugroho yang diprotes warga. (Dokumentasi Fourcolours Films)

Baca: Sama-sama Tersandung Kasus Korupsi, Ini Perbandingan Gaya Mewah Bupati Talaud dan Rita Widyasari

Garin Nugroho merasa, sikap para pejabat daerah yang ikut melarang pemutaran film Kucumbu Indah Tubuhku di daerah mereka ikut menciderai kualitas nilai-nilai demokratis di Indonesia.

"Ini menunjukan kualitas demokrasi massa serta elit pemimpin telah merosot ditengah pemilu yang tengah mencari pemimpin berkualitas," kata Garin Nugroho. (Luthfi Khairul Fikri)

Artikel ini telah tayang di Wartakotalive dengan judul Buntut Pencekalan Film Kucumbu Tubuh Indahku di Beberapa Daerah, Garin Nugroho Kecewa!

Editor: Amirullah
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved