Kontraktor dan PPK Jalan Dua Jalur Aceh Tenggara Diamankan Tim Direskrimsus Polda Aceh

Tim Dit Reskrimsus Polda Aceh, mengamankan dua orang kontraktor dan seorang sebagai PPK di Dinas BMCK Aceh Tenggara

Kontraktor dan PPK Jalan Dua Jalur Aceh Tenggara Diamankan Tim Direskrimsus Polda Aceh
edunews
ilustrasi 

Kontraktor dan PPK Jalan Dua Jalur Aceh Tenggara Diamankan Tim Direskrimsus Polda Aceh

Laporan Asnawi Luwi | Aceh Tenggara

SERAMBINEWS.COM, KUTACANE - Tim Dit Reskrimsus Polda Aceh, mengamankan dua orang kontraktor dan seorang sebagai PPK di Dinas BMCK Aceh Tenggara dalam kasus proyek pembangunan jalan dua jalur di Aceh Tenggara tahun 2011.

Shatuddin SH, pengacara tersangka ST dan MH, kepada Serambinews.com via selularnya, Rabu (1/5/2019) mengatakan, kliennya diamankan Tim Dit Reskrimsus Polda Aceh pada kasus proyek pembangunan jalan dua jalur Agara, Senin (30/4/2019).

Baca: Update Hasil Real Count KPU Terbaru, Rabu 1 Mei Pukul 10.00 WIB, Ini Selisih Jokowi vs Prabowo

Kata dia, kliennya ST dari PT Jiban Aman Sentosa menerima dana kucuran dana percepatan pembangunan infrastruktur daerah (DPPID) Rp 17.893.30.000 tahun 2011.

MH dari pihak rekanan PT Multi Bangun Cipta Persada mendapat Rp 24.846.960.000.

Kasus itu, kata Shatuddin, sepertinya sangat dipaksakan pihak Dit Reskrimsus Polda Aceh dibawah kepemimpinan Kompol Ibrahim.

Karena dalam temuan hasil pemeriksaan BPK- RI tahun 2012 atas belanja daerah nomor 01/PDTP/XVIII/BAC/01/2013 tanggal 13 Januari 2013.

Baca: Netizen Indonesia dan Vietnam Terlibat Perang di Medsos, Akun Instagram Maskapai Ini Jadi Korban

Ditemukan yang terindikasi merugikan daerah Rp 300.195.591.000 dengan rincian PT Multi Bangun Cipta Persada Rp 141.896.369.000 dan PT Jiban Aman Sentosa Rp 158.299.222.000, yang semua ini atas temuan BPK-RI sudah dibayarkan alias dikembalikan oleh masing-masing PT tersebut pada tanggal 12 Juni 2013,

Sehingga dengan hal tersebut seharusnya perkara dugaan korupsi itu tidak bisa naik perkaranya dan Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) pertama saja tahun 2013 sudah dikembalikan oleh Kejati Aceh.

Namun, dalam kasus yang sama ini ada muncul SPDP baru dengan laporan polisi LP.A/83/IX/2014/DIT Reskrimsus tanggal 2 September 2014.

Baca: Polda Aceh Bantu Korban Banjir Tangse, Abusyik Angkat Semen Bantuan

"Kita sebagai kuasa hukum tersangka sangat mempertanyakan kasus dugaan korupsi tersebut. Apa dasarnya penyidik mempersangkakan kliennya ST dan MH dengan pasal tindak pidana korupsi dalam proyek pembangunan jalan dua jalur tersebut. Sampai saat ini penyidik tidak memberikan bukti kerugian negara dari lembaga mana sehingga kita akan membuat laporan ke Mabes Polri atas tindakan Polda Aceh, "ujar Shalatuddin SH, kuasa hukum tersangka.

Ditambahnya, dalam kasus ini ada keanehan juga karena empat tersangka yang disangkakan, tapi hanya tiga orang di tahan, yakni dua klainnya ST dan MH juga SM sebagai PPK.

Sementara KH dari PT Gayotama tidak ditahan alias keberadaannya tidak diketahui, padahal satu perkara.(*)

Penulis: Asnawi Luwi
Editor: Hadi Al Sumaterani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved