Caleg PKS Aceh Timur Laporkan Dua PPK ke Panwascam karena Diduga Lakukan Penggelembungan Suara

Menggelembungnya perolehan suara Caleg PKS nomor urut 4 yang diduga dilakukan oknum PPK, karena diambil dari suara Caleg PKS lainnya.

Caleg PKS Aceh Timur Laporkan Dua PPK ke Panwascam karena Diduga Lakukan Penggelembungan Suara
SERAMBINEWS.COM/SENI HENDRI
Said Mansur, caleg DPRK Aceh Timur dari PKS menunjukan dokumen bukti dugaan penggelembungan suara yang dilakukan PPK Peureulak, dan PPK Ranto Peureulak, usai membuat laporan ke Penwascam di masing-masing kecamatan, di Idi Rayeuk, Kamis (1/5/2019). 

Caleg PKS Aceh Timur Laporkan Dua PPK ke Panwascam karena Diduga Lakukan Penggelembungan Suara

Laporan Seni Hendri | Aceh Timur

SERAMBINEWS.COM, IDI – Said Mansur, Caleg DPRK nomor urut 1 Dapil 2 dari Partai PKS, mewakili delapan caleg DPRK lainnya dari partai yang sama, melaporkan panitia pemilihan kecamatan (PPK) Ranto Peureulak, dan PPK Kecamatan Peureulak ke Panwascam masing-masing.

Laporan itu dilakukan pada 30 Arpil 2019.

“Kami melaporkan PPK Kecamatan Ranto Peureulak, dan PPK Peureulak kepada masing-masing Panwascam karena diduga oknum PPK-nya telah menggeserkan suara caleg dan suara Partai PKS kepada Caleg nomor urut 4 dari PKS dengan inisial S,” jelas Said Mansur, saat memberikan keterangan pers kepada wartawan di Idi Rayeuk, Rabu (1/5/2019).

Said Mansur mencontohkan salah satu dugaan  penggeseran atau penggelembungan suara Caleg nomor urut 4 dari PKS, yang dilakukan oleh oknum PPK, seperti di Gampong Blang Balok, Kecamatan Peureulak, caleg PKS nomor 4 Dapil 2, berinisial S mendapat suara yang tertera dalam fomr C1 yakni 1 suara tapi dalam form DA menjadi 11.

Begitu juga, salah satu gampong di Kecamatan Ranto Peureulak seperti di Gampong Mata Ie, Caleg nomor urut 4 inisial S mendapat 6 suara tapi di dalam form DA1 hasil pleno menjadi 24.

"Jadi kami menolak, hasil akhir pleno di Kecamatan Peureulak, dan Ranto Peureulak, karena hasil pleno yang tertuang dalam DA1 tidak sesuai dengan data pada form C1 yang dimiliki partai PKS,” jelas Said Syahrul.

Said Syahrul, melanjutkan, menggelembungnya perolehan suara Caleg PKS nomor urut 4 yang diduga dilakukan oknum PPK, karena diambil dari suara Caleg PKS lainnya, dan suara partai.

“Total suaranya bertambah sekitar 500-an suara dari dua kecamatan ini. Karena itu, kami minta Panwaslu Aceh Timur, agar menindaklanjuti memproses hukum sesuai peraturan yang berlaku,” pinta Syahrul.

Selain meminta Panwaslu menindaklanjuti laporan ini, Said Syahrul mewakili delapan Caleg PKS dari Dapil 2 lainnya, juga meminta Ketua DPD PKS Aceh Timur, Tgk Mustafa M Yacob, agar segera memproses Caleg nomor urut 4 dari Dapil 2 berinisial S yang diduga telah bekerjsama dengan PPK diduga melakukan penggelembungan suara Caleg S.

“Karena akibat perbuatan Caleg S tersebut kami dirugikan, dan perbuatan tersebut telah mencoreng nama baik Partai PKS sebagai Partai Islam, dan Partai Dakwah. Selain itu, kami meminta Caleg S agar meminta maaf kepada semua Caleg PKS, dan kepada pengurus Partai,” pinta Politisi asal Kecamatan Sungai Raya ini.

Saat melapor ke Panwaslu Ranto Peureulak, Said Syahrul juga menyerahkan sejumlah dokumen bukti pelanggaran, yang diterima Abdul Azis. Begitu juga saat melapor ke Panwaslu Peureulak, Said Syahrul menyerahkan sejumlah dokumen bukti yang diterima oleh Nazaruddin. (*)

Penulis: Seni Hendri
Editor: Safriadi Syahbuddin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved