GMBRM ‘Geruduk’ Kantor DPRK

Ratusan mahasiswa di Aceh Barat yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Buruh Rakyat Menggugat

GMBRM ‘Geruduk’ Kantor DPRK
SERAMBI/RIZWAN
MAHASISWA menampilkan aksi teatrikal saat demo memperingati Hari Buruh di jalan depan Gedung DPRK Aceh Barat, Rabu (1/5). 

* Tampilkan Teatrikal ‘Penindasan Buruh

MEULABOH - Ratusan mahasiswa di Aceh Barat yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Buruh Rakyat Menggugat (GMBRM) melancarkan aksi demo dan teatrikal dalam rangkaian memperingati Hari Buruh di jalan depan Gedung DPRK setempat, Rabu (1/5). Aksi tersebut untuk menyampaikan sejumlah tuntutan kepada pemerintah agar memperhatikan nasib buruh.

Aksi GMBRM itu mendapat pengawalan aparat aparat kepolisian Polres Aceh Barat. Peserta aksi membawa spanduk yang berisikan sejumlah tulisan dan pengeras suara dengan meneriakkan yel-yel terhadap kurangnya kepedulian pemerintah terhadap buruh.

Setelah menyampaikan orasi secara bergantian, sejumlah mahasiswa mengelar aksi teatrikal memperagakan sebuah bentuk kekecaman yang dialami buruh. Mahasiswa peserta teatrikal dengan mengecat wajah dan berpakaian hitam memperagakan mereka digaji kecil dan pemodal masuk serta dugaan permainan antara pemodal dengan pemerintah.

Pemodal tersebut dalam teatrikal itu digambarkan menyerahkan sejumlah uang kepada pemerintah supaya meminta para buruh diam. Namun ketika buruh mempersoalkan gaji kecil, pemodal menyuruh petugas keamanan dengan senjatanya untuk menindas buruh. Setelah menindas buruh, pemodal tersebut justru diserahkan award oleh pemerintah. Aksi teatrikal mahasiswa mendapat respons dari pengguna jalan yang melewati jalan padat tersebut.

Usai mengelar teatrikal, mahasiswa secara bergantian kembali menyampaikan orasi serta turut membakar ban sepeda motor. Untuk membakar semangat, massa meneriakkan yel-yel buruh selalu mendapat perlakuan kasar dan hak-haknya kurang direspons oleh pejabat terkait.

Koordinator Aksi, Ida Zubaidah kepada wartawan mengatakan, aksi demo yang dilancarkan GMBRM itu sebagai bentuk kepedulian mahasiswa terhadap buruh. Sedangkan aksi teatrikal karena buruh selama ini masih mendapat penindasan. “Kami meminta pemerintah lebih peduli terhadap buruh,” ucap Ida.

Dijelaskannya, selama ini buruh dalam sistem gaji juga masih sangat rendah seperti rata-rata digaji hanya Rp 800 ribu/bulan. Padahal, pemerintah sudah menetapkan upah minimal, namun karena kurang pengawasan sehingga perusahaan mengabaikan. “Apalagi, selama ini ada buruh yang menyampaikan persoalan tetapi kurang mendapat respons,” tandasnya. Setelah mengelar aksi sekitar 2 jam, massa dari mahasiswa di Aceh Barat tersebut membubarkan diri dengan tertib.(riz)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved