Hakim PN Lhoksukon Vonis Pria Ber-AK 56 yang Memberondong Rumah Warga Geumata, Ini Hukumannya

Muksalmina ditangkap polisi di sebuah rumah Kecamatan Samudera pada 19 Juli 2018 saat sedang nyabu (isap sabu-sabu).

Hakim PN Lhoksukon Vonis Pria Ber-AK 56 yang Memberondong Rumah Warga Geumata, Ini Hukumannya
Kapolres Aceh Utara AKBP Ian Rizkian Milyardin memegang senjata api jenis AK-56 yang disita di kawasan Aceh Timur karena diduga terlibat dalam kasus pemberondongan rumah warga Lhoksukon, Aceh Utara. Foto direkam, Senin (23/4).SERAMBI/JAFARUDDIN 

Laporan Jafaruddin | Aceh Utara

SERAMBINEWS.COM, LHOKSUKON – Muksalmina alias Ol (28) warga Desa Keude Geudong Kecamatan Samudera Aceh Utara yang terlibat kasus pemberondongan rumah Ahmad Budiman (71) warga Desa Geumata Kecamatan Lhoksukon, dengan senjata api (senpi) jenis AK-56 dituntut enam tahun penjara.

Terdakwa dinyatakan melanggar Pasal 1 Ayat (1) Undang-undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951 tentang senjata api Juncto Pasal 55 Ayat (1) Ke-1 KUHPidana.

Materi tuntutan tersebut dibacakan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Aceh Utara, Harri Citra Kesuma SH dalam sidang lanjutan kasus tersebut di Pengadilan Negeri (PN) Lhoksukon, Aceh Utara pada Selasa (30/4/2019).

Sidang tersebut dipimpin Arnaini MH didampingi dua hakim anggota Fitriani SH dan Maimunsyah SH. Sedangkan terdakwa hadir ke ruang sidang bersama pengacaranya, Taufik M Noer SH dan Abdullah Sani Angkat SH.

Diberitakan sebelumnya, Muksalmina ditangkap polisi di sebuah rumah Kecamatan Samudera pada 19 Juli 2018 saat sedang nyabu (isap sabu-sabu).

Sedangkan Reza temannya yang juga terlibat dalam kasus itu ditangkap di rumahnya dua jam kemudian setelah penangkapan Muksalmina.

Baca: Pengejaran Berawal setelah Pemberondongan di Geumata

Baca: Tersangka Kasus Pemberondongan ke Jaksa

Baca: Pemberondong Rumah Warga Terkena Dua Kasus

Reza berperan sebagai orang yang meminjam senpi pada Johansyah warga Aceh Timur yang sudah tewas dalam kasus kepemilikan senjata api dan kriminalitas lainnya. Namun, yang memberondongnya adalah Muksalmina.

Materi tuntutan setebal 15 halaman antara lain berisi tentang kronologis kejadian kasus pemberondongan tersebut.

Terdakwa bersama temannya Alir Ridha alias Reza memberondong rumah Ahmad Budiman untuk menakuti Ulul Azmi menantu Ahmad Budiman, karena tidak membayar utang sabu-sabu pada Nurdin alias Kudin (DPO).

Mereka menggunakan senjata api (senpi) jenis AK-56 milik Johansyah warga Aceh Timur (sudah tewas dalam kasus kepemilikan senjata api dan kriminalitas lainnya pada 15 September 2018).

Atas fakta tersebut, jaksa menyatakan Muksalmina terbukti melanggar Pasal 1 Ayat (1) Undang-undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951 tentang senjata api Juncto Pasal 55 Ayat (1) Ke-1 KUHPidana. (*)

Penulis: Jafaruddin
Editor: Yusmadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved