Kejagung Periksa Kajari Aceh Utara

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Aceh Utara, Edi Winarto MH diperiksa Inspektur Muda (Irmud) Intel

Kejagung Periksa Kajari Aceh Utara
EDI WINARTO, Kajari Aceh Utara

* Dilaporkan Terima Fee Proyek Pasar

LHOKSUKON - Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Aceh Utara, Edi Winarto MH diperiksa Inspektur Muda (Irmud) Intel dan Pidana Khusus pada Inspektorat I Jaksa Agung Muda Bidang Pengawasan atas laporan yang menyebutkan Kajari meminta dan menerima fee 2,5 persen dari proyek pada Dinas Perdagangan Kabupaten Aceh Utara. Pemeriksaan itu dilakukan beberapa waktu lalu di Kejari Aceh Utara.

Edi Winarto yang dihubungi Serambi, Rabu (1/5) sore, mengakui adanya pemeriksaan tersebut, tapi ia membantah bahwa dirinya meminta dan merima 2,5 persen fee proyek.

Informasi yang diperoleh Serambi, berdasarkan surat Kejaksaan Agung RI nomor B-202/H.3/Hkp.1/04/2019 tertanggal 11 April 2019, Kajari Aceh Utara dipanggil untuk diminta keterangan sebagai saksi. Surat tersebut ditujukan kepada Pimpinan PT Martha Frisca Tasya selaku pemenang lelang tender Pasar Rakyat Syamtalira Aron, Aceh Utara.

Dalam surat itu juga disebutkan bahwa Kajari Aceh Utara diminta hadir pada Senin (15/4) pukul 09.00 WIB ke Ruang Serbaguna (Aula) Sekretaris Daerah Kabupaten Aceh Utara untuk bertemu dengan Mahatma Sentanu SH MH, Inspektur Muda (Irmud) Intel dan Pidana Khusus pada Inspektorat I Jaksa Agung MUda Bidang Pengawasan.

Tujuannya adalah untuk didengar keterangan sebagai saksi dalam pemeriksaan internal kejaksaan (inspeksi kasus) atas dugaan pelanggaran disiplin yang dilakukan oleh terlapor Edi Winarto MH, Kajari Aceh Utara yang diduga telah meminta dan menerima fee sebesar 2,5 persen dari Dinas Perdagangan Aceh Utara terkait pengawalan Tim Pengawal dan Pengaman Pemerintah dan Pembangunan Daerah (TP4D) pada pembangunan Pasar Krueng Mane, Pasar Paya Dua, dan Pasar Syamtalira Aron di Kabupaten Aceh Utara.

Pemeriksaan itu dilaksanakan berdasarkan surat perintah Jaksa Agug Muda Pengawasan Nomor Print-115/Hjw/04/2019 tanggal 11 April. Surat tersebut diteken Hidayatullah SH MH atas nama Jaksa Agung Muda Pengawasan Inspektur I.

Ketika hal itu dikonfirmasi kepada Kajari Aceh Utara kemarin, ia menjawab,”Bukan atas kejadian itu (saya diperiksa), tapi atas adanya laporan, bukan atas kejadian, tapi adanya laporan ke sana, seolah-olah saya meminta dan menerima fee. Seolah-olah laporannya begitu. Ya, yang namanya laporan, bisa ya bisa tidak.”

Edi Winarto juga mengakui sudah menjalani pemeriksaan oleh pihak Jaksa Agung sekitar dua pekan lalu di Kejari Aceh Utara dan pembinaan. “Rupanya saya kan nggak tahu, sebelum datang ke kantor, (Kejagung) sudah memintai keterangan dari pihak-pihak sana, dari orang yang sepertinya dia yang melapor (pihak perdagangan),” kata Edi Winator.

Tapi berdasarkan keterangan Kejaksaan Agung, kata Edi Winarto, mereka (Dinas Perdagangan) tidak pernah melapor. “Jadi, intinya ada surat kaleng, dari orang, siapa dia, kita juga nggak tahu,” ujar Edi.

Halaman
12
Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved