Selingkuhan Terdakwa Dituntut Seumur Hidup

Syafrijal (42), satu dari dua terdakwa kasus pembunuhan terhadap M Amin (73), Peutuha Peut Dusun Alue Mudek

Selingkuhan Terdakwa Dituntut Seumur Hidup
IST
Dua terdakwa kasus pembunuhan M Amin (73) Peutuha Peut Dusun Alue Mudek, Desa Teupin Reusep, Kecamatan Sawang, Aceh Utara mendengar materi tuntutan di Pengadilan Negeri Lhoksukon, Aceh Utara, Selasa (30/4). 

* Kasus Istri Suruh Pacar Bunuh Suami

LHOKSUKON - Syafrijal (42), satu dari dua terdakwa kasus pembunuhan terhadap M Amin (73), Peutuha Peut Dusun Alue Mudek, Desa Teupin Reusep, Kecamatan Sawang, Aceh Utara, dituntut seumur hidup. Sementara terdakwa lain yaitu Marliah (31), yang juga istri M Amin dituntut 15 tahun penjara. Tuntutan itu dibacakan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Aceh Utara, Harri Citra Kesuma SH, dalam sidang lanjutan kasus tersebut di Pengadilan Negeri (PN) Lhoksukon, Aceh Utara, Selasa (30/4).

Untuk diketahui, Syafrizal yang kini tercatat sebagai warga Desa Meunasah Teungoh, Kecamatan Simpang Keuramat, Aceh Utara, tersebut merupakan pacar atau selingkuhan Marliah. Syafrizal membunuh M Amin atas suruhan Marliah. Pembunuhan itu terjadi pada 26 Juli 2018. Tidak lama setelah kejadian tersebut, aparat Polres Lhokseumawe berhasil meringkus kedua pelaku.

Sidang tersebut dipimpin Arnaini MH didampingi dua hakim anggota yaitu Fitriani SH dan Maimunsyah SH. Sementara kedua terdakwa yang mengenakan baju tahanan hadir ke ruang sidang didampingi pengacaranya Taufik M Noer SH dan Abdullah Sani Angkat SH.

Menurut Jaksa, terdakwa Syafrijal membunuh korban di atas sepeda motor Honda Supra x 125 yang sedang melaju dengan memukulkan kayu ke wajahnya, sehingga korban terjatuh ke tanah dengan posisi telungkup. Dengan posisi demikian, terdakwa Syafrizal kembali memukul korban di bagian kepala belakangnya tiga kali dan bagian punggung satu kali. Akibat perbuatan Syafrizal, korban M Amin meninggal di lokasi kejadian.

Sebelum pulang dari kebun ke rumahnya, M Amin sempat berpamitan kepada istrinya Marliah. Namun, Marliah membiarkan korban pulang, meski sudah mengetahui terdakwa Syafrijal akan membunuh suaminya tersebut. Marliah dan Syafrijal merencanakan pembunuhan tersebut agar mereka bisa menikah.

Mereka sebelumnya sudah sering melakukan hubungan badan layaknya suami istri. Setelah membunuh korban, Syafrizal meminta Marliah untuk menghapus pesan singkat dan fotonya yang ada dalam handphone (Hp) Marliah. Lalu, Marliah langsung menghapusnya. Kemudian, sekitar pukul 15.30 WIB, Marliah pulang dari kebun menuju rumahnya. Namun, saat masih di kebun tersebut Marliah bersama Herlina menemukan korban sudah dalam posisi telungkup dengan kondisi berdarah. Lalu, Marliah menghubungi Mansur, warga setempat.

Atas perbuatan tersebut, terdakwa dinyatakan melanggar Pasal 340 KUPidana tentang Pembunuhan Berencana Secara Bersama-sama. Karena itu, jaksa menuntut Marliah 15 tahun penjara dan Syafrijal dengan tuntutan penjara seumur hidup.

Hakim memberi kesempatan kepada kedua terdakwa untuk mengajukan pembelaan atas tuntutan yang disampaikan jaksa. “Kami akan mengajukan pembelaan terhadap dua klien kami dalam sidang yang akan datang. Karena itu, kami mohon diberi waktu sepekan untuk menyusun materi pembelaan,” pinta Taufik M Noer. Setelah itu, hakim menunda sidang tersebut hingga Selasa (7/5) mendatang dengan agenda penyampaian pleidoi (pembelaan) oleh terdakwa.(jaf)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved