Bibit Jernang Sesuai Spesifikasi

Bibit Jernang yang disalurkan kepada kelompok tani (poktan) Usaha Mufakat Gampong Tunong

Bibit Jernang Sesuai Spesifikasi
Buah jernang milik warga di Desa Timpleung, Kecamatan Pasie Raya, Aceh Jaya. 

* DLHK Aceh Keluarkan Klarifikasi

SIGLI - Bibit Jernang yang disalurkan kepada kelompok tani (poktan) Usaha Mufakat Gampong Tunong, Kecamatan Keumala Pidie tahun 2014 sudah sesuai spesifikasi. Hal itu disampaikan oleh Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Aceh untuk mengklarifikasi laporan kelompok tani itu.

Disebutkan, bantuan bibit jernang yang disalurkan merupakan jenis secara umum (driomonorops,sp) dengan jumlah 5.000 batang untuk area tanam 6,25 hektare. Bibit yang disalurkan merupakan varietas jernang yang telah sesuai sfesifikasi dengan jumlah daun lima helai dan tidak tembus polybag.

Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) Kegiatan Pengembangan Hasil Hutan Non Kayu 2014, Jumadil Akhir SHut MSi, dalam rilis yang dikirim kepada Serambi, Rabu (1/5) menjelaskan, pengadaan bibit jernang dilakukan Dinas Kehutanan Aceh kepada Koptan Usaha Mufakat di Gampong Tunong, Kecamatan Keumala pada tahun 2014 merupakan jenis jernang secara umum (Daemonorops draco).

Dia menjelaskan artinya bukan jenis jernang secara spesifik seperti varietas dragon blood, kacang, padi dan gadeng/gajah. Dikatakan, jumlah bibit yang disalurkan 5.000 batang sesuai surat perjanjian kerja (SPK) Nomor 050/4687-IV tanggal 20 Oktober 2014.

Tak hanya itu, lanjutnya, pengadaan bibit terhadap kelompok tani dilakukan secara kontraktual dengan mekanisme pengadaan pembayaran dilakukan langsung kepada penyedia. “Artinya bukan kelompok tani yang menyerahkan biaya kepada penyedia bibit. Harga bibit sesuai perjanjian kerja Rp 15.000 per batang dan bukan Rp 19.000 per batang. Adapun luas lahan penanaman jernang 6,25 hektare, bukan 15 hektare,” sebutnya.

Dia mengatakan penyerahan bibit jernang dilakukan rekanan sebagai penyedia bibit, dimana sebelum diserahkan, panitia penerima hasil pekerjaan memeriksa lebih dahulu. Berdasarkan hasil pemeriksaan menujukkan bibit jernang asli, ujarnya.

Disebutkan, hal itu sesuai dengan prosedur yang tertuang di dalam berita acara serah terima bibit Nomor 536/BA-STR/XI/2014 tanggal 18 November 2014, yang dilengkapi berita acara bibit yang telah diterima koptan.

Kecuali itu, kata Jumadil Akhir, penyerahan bibit jernang telah memenuhi sfesifikasi dalam surat perjanjian kerja. Jumlah daun bibit jernang saat dilakukan penyerahan berjumlah lima helai, bukan dua helai. Selain itu, secara filosofis bibit telah memenuhi syarat karena bibit segar berwarna hijau dan perakaran tidak menembus polybag.

Dia mengungkapkan, secara umum morfologi rotan jernang dengan rotan biasa berbeda. Yakni, rotan jernang memiliki bentuk daun menjari, berbentuk lancet, memita dan mempunyai bintil-bintil halus di bawah daun. Sedangkan rotan biasa daun menyirip dan lebih banyak serta mempunyai duri pada tangkai.

Halaman
12
Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved