Demo Hari Buruh Berlanjut

Mahasiswa di Aceh Barat tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Buruh Rakyat Menggugat (GMBRM)

Demo Hari Buruh Berlanjut
SERAMBI/RIZWAN
KADIS Tranmigrasi dan Tenaga Kerja (Kadistransnaker) Aceh Barat, Masagus menerima peserta aksi demo dalam rangka peringatan Hari Buruh Internasional di depan kantor dinas setempat, Kamis (2/5). 

* Targetnya Distransnaker dan DPRK

MEULABOH – Mahasiswa di Aceh Barat tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Buruh Rakyat Menggugat (GMBRM) pada Kamis (2/5) kemarin, kembali melancarkan aksi demo dalam rangkaian memperingati Hari Buruh Internasional. Target demo lanjutan ini adalah Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja (Distransnaker) Aceh Barat.

Massa yang datang ke Distransnaker di bawah kawalan petugas kepolisian turut membawa sejumlah spanduk, dan karton bertuliskan sejumlah tuntutan, serta pengeras suara. Sesampainya di lokasi, peserta aksi diterima langsung Kepala Distransnaker Aceh Barat, Dr Masagus. Selain menyampaikan orasi, massa juga menyodorkan sejumlah poin untuk ditekenkan oleh Kepala Distransnaker.

Seperti biasa, peserta aksi tetap meneriakkan yel-yel yang menyebutkan bahwa selama ini buruh selalu mendapat penindasan oleh pemodal dan pemilik perusahaan. Bahkan, hak-hak buruh kerap diabaikan, seperti gaji kecil, hak jaminan sosial, cuti hamil, dan sejumlah hal lain di perusahaan. “Untuk itu, kami meminta Distransnaker tegas dan mengevaluasi terhadap keberadaan perusahaan di Aceh Barat,” tukas Koordinator Aksi, Ida Zulbaidah.

Ida Zulbaidah menjelaskan, demo ke Distransnaker Aceh Barat itu merupakan aksi lanjutan dalam rangkaian peringatan Hari Buruh Internasional. Jika pada aksi Rabu (1/5), aspirasi disuarakan dalam bentuk teatrikal, tapi kali ini pengunjuk rasa meminta dinas terkait harus bertanggung jawab dan memperjuangkan nasib buruh agar tidak terus mendapat penindasan.

Setelah menyampaikan sejumlah orasi di Distransnaker, sekira pukul 12.30 WIB, aksi mahasiswa bergeser ke DPRK Aceh Barat. Bila aksi sehari sebelumnya hanya di jalan depan DPRK, namun kemarin langsung masuk ke gedung dewan. Kedatangan mahasiswa diterima oleh Ketua DPRK, Ramli SE bersama Sekwan, Mulyadi, serta beberapa anggota dewan.

Di hadapan anggota legislatif, mahasiswa kembali menekankan DPRK jangan hanya diam saja terhadap nasib buruh, tetapi harus menjadi wakil rakyat dalam memperjuangkan nasib kelompok pekerja tersebut. “Kami meminta DPRK peduli dan segera bersikap,” pinta mahasiswa.

Dalam orasi di gedung dewan, mahasiswa kembali meneriakkan yel-yel kekecewaan kepada DPRK dan pemerintah. Di akhir aksi demo itu, Ketua DPRK, Ramli SE mengeluarkan selembar surat yang sebelumnya dituntut oleh massa terkait hari buruh. Setelah itu, pengunjuk rasa membubarkan diri dengan tertib.

Sementara itu, Ketua DPRK Aceh Barat, Ramli SE menyatakan, dewan sudah menjadwalkan pada 20 Mei 2019, akan memanggil pihak eksekutif untuk sama-sama mendengarkan harapan mahasiswa terkait persoalan buruh. “Terhadap apa yang menjadi harapan mahasiswa bahwa buruh butuh perhatian, maka pihak-pihak terkait harus memperhatikan. Makanya, DPRK akan panggil eksekutif,” kata Ramli SE.

Secara terpisah, Kadis Transmigrasi dan Tenaga Kerja Aceh Barat, Dr Masagus di depan mahasiswa ketika aksi demo di Distransnaker menyatakan, apa yang menjadi harapan mahasiswa itu sudah dilakukan dinasnya. “Tentu dilakukan secara bertahap dan diharapkan ke depan akan terus dilakukan yang menjadi tugas dinas,” tukasnya.(riz)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved