DKP Pijay Kumpulkan Calon Petani Garam Bahas Produksi Garam Sistem Integrasi, Plasma dan Tone

Khusus untuk Rembug Daerah yang digelar di Aula Bappeda setempat, pihaknya sengaja mendatangkan salah seorang pengusaha garam dari Pulau Madura.

DKP Pijay Kumpulkan Calon Petani Garam Bahas Produksi Garam Sistem Integrasi, Plasma dan Tone
SERAMBINEWS.COM/ABDULLAH GANI
Anak-anak membantu orang tuanya memproduksi garam, di Gampong Lancang Paru Kecamatan Bandarbaru, Pidie Jaya, Minggu (11/2/2018). 

Laporan Abdullah Gani I Pidie Jaya

SERAMBINEWS.COM, MEUREUDU - Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Pidie Jaya, Jumat (3/5/2019) memanggil calon petani garam tahun 2019 dari sejumlah kecamatan.

Pertemuan “berlabel” Rembug Daerah itu antara lain bertujuan untuk membahas berbagai hal menyangkut dengan pembuatan garam mulai dari sistem integrasi, plasma hingga sistem tone.

Juga dibahas cara memproduksi garam serta mencari kesepakatan bersama.

Kadis DKP Pijay Ir Kamaluddin, dalam paparannya antara lain menyebutkan bahwa luas lahan integritas garam tahun 2019 mencapai 158 hektare yang tersebar di empat kecamatan.

Yaitu, Kecamatan Bandarbaru seluas 70 hektare, meliputi Gampong Cut Nyong 28 hektare, Gampong Paru Keude 16 hektare dan Gampong Paru Cot 26 hektare.

Baca: Cewek Sales Rokok dan Bosnya yang Diciduk Sekamar dalam Hotel di Banda Aceh Dicambuk 25 Kali

Baca: Antisipasi Permainan Tengkulak, Bupati Minta Polisi Awasi Penyaluran Gas Subsidi Selama Ramadhan

Baca: Raih Enam Kursi, Gerindra Berpeluang Pimpin DPRK Aceh Tamiang, Ini Nama-nama Caleg yang Lolos

Kecamatan Panteraja seluas 26 hektare di Gampong Peurade.
Kecamatan Trienggadeng di Gampong Cot Lheue Reng seluas 29 hektare serta gampong Grong Grong Capa Kecamatan Ulim seluas 30 hektare.

Tahun 2018 lalu, DKP Pijay juga membina 50 orang petani garam dengan luas lahan 36 hektare.

Dengan demikian, hingga saat ini Pijay sudah memiliki 194 hektare lahan garam dengan jumlah petani 186 orang, papar Kamaluddin.

Khusus untuk Rembug Daerah yang digelar di Aula Bappeda setempat, pihaknya sengaja mendatangkan salah seorang pengusaha garam dari Pulau Madura.

Jakfar Siddiq, selain petani garam juga bertugas di Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

“Kekompakan antar sesama juga salah satu faktor menuju keberhasilan,” tegas Kamaluddin.

Karenanya, Kadis DKP mengajak para peserta rembug untuk mengikuti atau menyimak petunjuk dan pengalaman berharga yang pernah dilakukan di lahan usahanya Pulau Madura hingga menuai kesuksesan.(*)

Penulis: Abdullah Gani
Editor: Ansari Hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved