Warga Setia Dipolisikan

Saf (20), seorang pria warga salah satu desa di Kecamatan Setia, Aceh Barat Daya (Abdya) dilaporkan

Warga Setia Dipolisikan
For Serambinews.com
AKBP Moch Basori SIK 

* Ingin Larikan Gadis Belia ke Malaysia

BLANGPIDIE - Saf (20), seorang pria warga salah satu desa di Kecamatan Setia, Aceh Barat Daya (Abdya) dilaporkan ke polisi karena ingin membawa kabur seorang gadis warga setempat sebut saja namanya Bunga (16), ke Malaysia.

Aksi Saf ingin membawa kabur gadis di bawah umur itu ketahuan pasca Bunga menghilang dari rumah selama dua hari. Setelah berupaya mencari, ternyata diketahui Bunga berada di Meulaboh, Aceh Barat bersama Saf yang tak lain pacarnya untuk membuat paspor guna berangkat ke ‘negeri jiran’.

Merasa curiga melihat perubahan drastis pada diri Bunga, terlebih sang anak juga rela ikut pacar ke Malaysia, orangtua korban pun pun menginterogasi Bunga.

Setelah diinterogasi oleh orangtuanya, Bunga baru mengakui bahwa mereka itu berpacaran, bahkan sudah pernah melakukan hubungan layaknya suami istri beberapa kali. Atas dasar itulah, Bunga rela melakukan apa saja yang diminta oleh Saf, termasuk ikut sang pacar ke Malaysia untuk merantau.

Mendengar kabar ‘buruk’ tersebut, tak menunggu lama sang orangtua pun melaporkan kasus itu ke Polres Abdya atas tindakan pelecehan terhadap anak di bawah umur. Informasi yang diperoleh, Bunga telah diperiksa dan dimintai keterangan oleh penyidik, termasuk juga pelaku dan orangtua korban selaku pelapor, juga sudah diperiksa.

Kapolres Abdya, AKBP Moch Basori SIK membenarkan, pihaknya telah menerima laporan tentang kasus pelecehan terhadap anak di bawah umur yang dilakukan oleh Saf. “Iya benar, kasus itu dilaporkan beberapa waktu lalu oleh orangtua koban,” ujar AKBP Moch Basori SIK, didampingi Kasat Reskrim Polres Abdya, Iptu Zulfitriadi.

Hasil pemeriksaan awal, jelas Kapolres, korban mengakui bahwa telah melakukan hubungan badan dengan Saf sejak setahun yang lalu. Hubungan terlarang itu, sebutnya, telah mereka lakukan hingga empat kali, terhitung sejak Juni 2018.

“Atas pengakuan korban itu, Saf bisa dijerat dengan Pasal 76 D Undang-undang Nomor 35 2014 jo Pasal 81 ayat (1) jo ayat (2) Undang-undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang dugaan tindak pidana terhadap anak di bawah umur dengan ancaman penjara maksimal 20 tahun penjara,” terangnya.

Ia menegaskan, meski apa yang dilakukan pasangan kekasih itu atas dasar suka sama suka, namun Saf dianggap telah melanggar dan melakukan pelecehan terhadap anak di bawah umur. “Iya suka sama suka, namun karena yang dilakukan untuk anak di bawah umur, maka bisa dijerat. Hasil pemeriksaan, korban tidak hamil. Tapi kasus ini terungkap karena Saf sudah buat paspor dan mau bawa lari korban,” tukas Kapolres.

Sementara itu, Kepala Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Abdya, Delvan Arianto SIP mengaku, menyesalkan atas tindakan Saf, apalagi ingin membawa kabur Bunga. “Jika ingin serius, nikahi dulu baru bisa bawa. Kalau tidak, tunggu sang korban sampai umurnya cukup. Jika seperti ini kan tidak elok, apalagi sampai melakukan hubungan yang belum pantas dilakukan,” ujar Delvan Aprianto.

Terkait kasus itu, Delvan berjanji, akan mengawal dan memberikan pendampingan terhadap Bunga. Bahkan, pihaknya akan menurunkan tim untuk memulihkan kembali psikologis korban. “Iya, mungkin efek terlalu cinta, tapi dengan kita turunkan tim, nanti bisa memulihkan pikirannya hingga mengetahui apa yang dilakukan itu adalah salah dan dosa besar. Biasanya, dengan kita beri pendampingan, anak-anak akan terbuka dan kembali berpikir jernih, sehingga akan menyesali apa yang telah dilakukan tersebut,” pungkasnya.(c50)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved