Aktivis Kebudayaan Minta SBY Ingatkan Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah tentang Posisi MAA

Bukan hanya tidak melantik kepengurusan hasil Musyawarah Besar (Mubes) MAA tahun 2018, Nova Iriansyah malah melantik pelaksana tugas (Plt) Ketua MAA.

Aktivis Kebudayaan Minta SBY Ingatkan Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah tentang Posisi MAA
Facebook.com/Thayeb Loh Angen
Aktivis Kebudayaan Thayeb Loh Angen. 

Aktivis Kebudayaan Minta SBY Ingatkan Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah tentang Posisi MAA

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Aktivis kebudayaan di lembaga antarbangsa, Pusat Kebudayaan Aceh-Turki (PuKAT), Thayeb Loh Angen, meminta Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono, mengingatkan Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah untuk tidak melampaui kewenangan dengan mencampuri urusan Majelis Adat Aceh (MAA).

Melalui pernyataan tertulis kepada Serambinews.com, Sabtu (4/5/2019), Thayeb Loh Angen mengatakan, Plt Gubernur Aceh yang merupakan kader Partai Demokrat, diduga melakukan malaadministrasi tidak patut dan melampaui kewenangan terkait penunjukan Plt Ketua MAA (Majelis Adat Aceh).

Bukan hanya tidak melantik kepengurusan hasil Musyawarah Besar (Mubes) MAA tahun 2018, Nova Iriansyah malah melantik pelaksana tugas (Plt) Ketua MAA.

“MAA adalah lembaga tua perangkat daerah. Kepengurusannya dipilih melalui musyawarah besar (Mubes). Walaupun ini lembaga tua yang pengurusnya pun orang tua-tua, akan tetapi ada beberapa hal penting telah berhasil mereka remajakan,” kata Thayeb.

Di antara hal penting itu, lanjut, adalah ide pelahiran kembali hukum adat gampong Aceh oleh MAA. Ide ini telah ditiru dan diterapkan di seluruh Indonesia sekarang.

“Hal itu dapat dilakukan karena MAA lembaga adalah independen yang tidak tunduk kepada gubernur. Kalau berada di bawah gubernur, maka seperti dinas kebudayaan, programnya seremonial copy paste,” kata Thayeb Loh Angen.

Baca: Bumbu Masak Aceh Meurasa Diminati di Jeddah, Konsulat RI Pesan Puluhan Ton untuk Jamaah Haji

Baca: Doa Menyambut Ramadhan 1440 H, Sempurnakan Hati Sebelum Bulan Suci

Thayeb mengatakan, Plt Gubenur Aceh hendaknya mempertahankan lembaga adat tersebut dengan cara dan status yang sama sebagaimana sebelum pemerintahannya.

“Saya menganggap Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, kurang memahami letak persoalan di sini. Ini bukan persoalan adat semata, bukan hanya persoalan Badruzzaman ketua dan sebagainya, tidak sesederhana itu. Namun, MAA merupakan persoalan kekhususan Aceh dan persoalan perdamaian pula,” kata dia.  

“Peristiwa ikut campurnya Plt Gubernur Aceh dalam kepengurusan MAA itu tidak relevan dengan tugasnya dan akan memperburuk citra Partai Pemokrat di Aceh,” kata Thayeb.

Halaman
12
Penulis: Zainal Arifin M Nur
Editor: Zaenal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved