BNN Pusat Temukan Dua Titik Ladang Ganja di Pegunungan Indrapuri Aceh Besar

BNN Pusat menemukan dua titik ladang ganja di Kecamatan Indrapuri, Kabupaten Aceh Besar, seluas kurang lebih 4,5 hektare, Jumat (3/5/2019).

BNN Pusat Temukan Dua Titik Ladang Ganja di Pegunungan Indrapuri Aceh Besar
FOR SERAMBINEWS.COM
Tim BNN Pusat bersama tim gabungan TNI dan Polri menemukan dua titik ladang ganja seluas kurang lebih 4,5 hektare, di pegunungan Indrapuri, Aceh Besar, Jumat (3/5/2019). 

BNN Pusat Temukan Dua Titik Ladang Ganja di Pegunungan Indrapuri Aceh Besar

Laporan Misran Asri | Aceh Besar

SERAMBINEWS.COM, ACEH BESAR - Badan Narkotika Nasional (BNN) Pusat menemukan dua titik ladang ganja di Kecamatan Indrapuri, Kabupaten Aceh Besar, seluas kurang lebih 4,5 hektare, Jumat (3/5/2019).

Penemuan ladang ganja yang ketiga kalinya dalam tahun 2019 itu melibatkan 107 personel.

Direktur Narkotika Alami Deputi Pemberantasan BNN RI, Drs Victor J Lasut MM, menjelaskan dua titik ladang ganja itu ditemukan masing-masing di ketinggian 235 meter di atas permukaan laut (MDPL) dan 205 MDPL, di Kecamatan Indrapuri.

"Satu titik ladang ganja berada pada koordinat 5.496927º 95.490552º dengan luas ladang 6.800 m2, dan satu titik seluas 8.200 m2 pada koordinat 5.494171º 95.489812º," ujar Victor J Lasut.

Baca: Lantik 3 Pejabat Baru, Ketua BNN Aceh Brigjen Faisal Sebut Pekerjaan ke Depan Makin Berat

Baca: Akademisi Malaysia Ungkap Ada Hafiz Terjerumus Narkoba Akibat Salah Dalam Pergaulan

Baca: Data BNN, Jumlah Pecandu Narkoba di Aceh 73 Ribu, Cuma 321 Orang yang Mampu Direhabilitasi

Ia mengatakan tinggi pohon ganja yang berhasil ditemukan cukup variatif, mulai dari 30 cm sampai 340 cm dengan kerapatan tanaman 1 hingga 4 batang ganja per meter persegi.

"Total tanaman ganja yang berhasil dibabat tim BNN tidak kurang 60.000 batang," sebutnya.

Direktur Narkotika Alami Deputi Pemberantasan BNN RI menjelaskan setiap satu batang ganja dapat menghasilkan ganja basah dengan berat mencapai 253 gram, sehingga total ganja basah yang berhasil dimusnahkan diperkirakan sebanyak 15 ton.

"Butuh waktu kurang lebih seminggu penyelidikan dilakukan tim BNN untuk bisa mengungkap kasus penanaman ganja ini dan butuh waktu 2 jam berjalan kaki baru sampai ke titik pendakian," ungkap Victor J Lasut yang memimpin tim gabungan saat menuju ke ladang ganja.

Baca: Tampung Narkoba dari Malaysia, Pria Asal Lhoksukon Ini Ditangkap di Depok

Baca: Viral Video Narapidana Narkoba di Nusakambangan Diseret-seret, Kalapas Akhirnya Dicopot

Baca: Dipecat dari Polisi, Warga Gayo Lues Ini Ditangkap karena Jadi Pengedar Sabu-sabu, Satu Orang DPO

Ia menerangkan menuju ke dua lokasi ladang ganja di Kecamatan Indrapuri itu, medan yang dihadapi pun cukup berat, karena berbukit dan terjal.

"Begitu tiba di lokasi kami tim BNN bersama tim gabungan dari TNI dan Polri serta elemen masyarakat, salah satunya akademisi dari Universitas Islam Negeri Ar-Raniry, Banda Aceh langsung melakukan pemusnahan," sebutnya.

Dengan dilakukan pemusnahan ladang ganja ini, lanjut Victor J Lasut, BNN berharap masyarakat Aceh semakin peduli bahwa penanaman dan peredaran gelap narkoba (ganja) sangat dilarang dan bertentangan dengan hukum di Indonesia, sesuai Pasal 111 ayat (2) UU Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika.(*)

Penulis: Misran Asri
Editor: Safriadi Syahbuddin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved