Ibrahim Hongkong Divonis

Pengadilan Negeri Kualasimpang akhirnya menjatuhkan vonis kepada Ibrahim Hasan alias Hongkong

Ibrahim Hongkong Divonis
SERAMBINEWS.COM/RAHMAD WIGUNA
Salah satu terdakwa kasus penyelundupan narkoba saat menghadapi tuntutan di PN Kualasimpang, Selasa (2/4/2019). Dari sembilan terdakwa yang dihadirkan, delapan di di antaranya dituntut hukuman mati, termasuk Ibrahim Hongkong. 

* Dari Tuntutan Hukuman Mati Jadi 20 Tahun

KUALASIMPANG - Pengadilan Negeri Kualasimpang akhirnya menjatuhkan vonis kepada Ibrahim Hasan alias Hongkong pada Selasa (30/4). Putusan hakim lebih ringan dibandingkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang mengajukan tuntutan hukuman mati, karena Ibrahim Hongkong divonis dengan hukuman 20 tahun penjara.

Ibrahim Hongkong yang merupakan mantan anggota DPRD Langkat dinyatakan terbukti terlibat dalam jaringan peredaran narkoba internasional. Dalam kasus ini, JPU menyebut barang bukti sabu-sabu yang disita dari jaringan ini sebanyak 70 bungkus seberat bruto 73.505 gram dan enam bungkus berisi 30 ribu butir pil ekstasi atau seberat 8.163 gram.

Vonis penjara 20 tahun ini juga dijatuhkan hakim terhadap tujuh terdakwa lainnya, yakni Ibrahim Ahmad, Abdul Rahman, Joko Susilo, Rinaldi Nasution alias Naldi, Ibrahim alias Jampong, Firdaus bin Sulaiman alias Daus, dan Syafwadi.

Majelis hakim yang diketuai Fadhli menyatakan seluruhnya telah melanggar Pasal 114 ayat (2) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Vonis berbeda diterima Amat Atib yang dijatuhi hukuman 18 tahun penjara, tetapi kuasa hukumnya, Suryawati menilai vonis ini masih tinggi dan belum berlandaskan azas keadilan.

“Jujur saja, vonis ini tidak mencerminkan azas keadilan, masih terlalu tinggi,” kata Suryawati, Kamis (2/5). Suryawati beralasan hal itu didasari kondisi Amat Atib yang sedikit mengalami keterbelakangan mental dan hanya berperan sebagai tukang engkol kapal.

Disebutkan, pada hari penangkapan, Amat Atib mendapat perintah dari seseorang untuk menjemput barang di laut, tanpa tahu isi barang yang diangkut. “Kalau yang lain dihukum 20 tahun, kenapa klien saya dihukum 18 tahun, artinya peran dia dengan yang lain sama, padahal tidak seperti itu,” lanjut Suryawati.

Dalam penuntutan sebelumnya, JPU Teddy Lazuardi mengajukan tuntutan penjara seumur hidup bagi Amat Atib, sedangkan Ibrahim Hongkong bersama tujuh rekannya dituntut hukuman mati. “Amat Atib dalam kasus ini hanya ikut-ikutan saja, makanya tuntutan dia berbeda,” kata Teddy ketika mengajukan tuntutan dalam persidangan sebelumnya.

Dilansir sebelumnya, delapan dari sembilan terdakwa penyelundup narkoba dituntut hukuman mati dalam persidangan di PN Kualasimpang, Selasa (2/4/2019). Majelis hakim menunda persidangan hingga pekan depan untuk mendengarkan pembelaan terdakwa.

Delapan terdakwa yang dituntut hukuman mati, yaitu Ibrahim bin Hasan alias Ibrahim Hongkong, Abdul Rahman, Firdaus, Ibrahim Ahmad, Ibrahim Jampok, Joko Susilo, Renaldi Nasution dan Safwadi. Sedangkan satu terdakwa lagi, Amat Atib dituntut penjara seumur hidup.

Halaman
12
Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved