JARI Desak Kemenkumham Hukum Sipir Penganiaya Napi di Nusakambangan

JARI meminta Kementerian Hukum dan HAM untuk mempublikasikan nama sipir yang terlibat dan sanksi apa yang di berikan terhadap sipir tersebut.

JARI Desak Kemenkumham Hukum Sipir Penganiaya Napi di Nusakambangan
(tvOne)
VIRAL Video Narapidana Diseret Saat Proses Pemindahan di Nusakambangan, Tangan & Kaki Terbrogol! 

JARI Desak Kemenkumham Hukum Sipir Penganiaya Napi di Nusakambangan

SERAMBINEWS.COM - Ketua Jaringan Advokasi Rakyat Indonesia (JARI), Safaruddin SH, mendesak Kementerian Hukum dan HAM memberikan sanksi hukuman kepada sipir yang terlibat dalam penganiyaan napi yang dipindahkan ke Nusakambangan pada, Maret 2019 lalu.

Safar menilai, para sipir ini telah bertindak secara brutal, kejam, dan tidak manusiawi, sebagaimana terekam dalam video yang viral di masyarakat saat ini.

"Tindakan sipir yang menyiksa narapidana yang dipindahkan ke LP Nusakambangan pada April lalu, kami nilai termasuk tindakan kejam yang serius, tidak manusiawi, dan merendahkan martabat manusia," kata Safaruddin dalam siaran pers kepada Serambinews.com, Jumat (3/5/2019) malam.

Safaruddin SH, Ketua Jaringan Advokasi Rakyat Indonesia (JARI).
Safaruddin SH, Ketua Jaringan Advokasi Rakyat Indonesia (JARI). (For serambinews.com)

JARI meminta Kementerian Hukum dan HAM untuk mempublikasikan nama sipir yang terlibat dan sanksi apa yang di berikan terhadap sipir tersebut.

“Ini penting untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat yang merasa marah terhadap perilaku sipir dalam vidio yang viral tersebut, apalagi bagi masyarakat yang keluarganya sedang menjalani masa penahanan di penjara,” kata dia.

Safaruddin juga meminta kepada Menteri Hukum dan HAM, selain diberika sanksi atas pelanggaran standar operasional prosedur (SOP), para sipir ini juga perlu mendapatkan sanksi pidana.

“Mereka juga harus dijebloskan ke LP di Nusakambangan, agar turut merasakan apa yang dirasakan oleh napi yang dianiaya," tegas Safar.

Ia menegaskan, JARI akan mengawal kasus penganiyaan napi ini sampai tuntas.

“Kita tidak ingin Lapas sebagai tempat pembinaan warga negara yang melanggar hukum dan dibina untuk menjadi baik selama menjalani masa pembinaan, justru menjadi tempat penganiayaan oknum sipir. Oleh karena itu, kami menunggu hasil penindakan dari Kementerian Hukum dan HAM atas kasus penganiyaan ini sesegera mungkin untuk menjawab keresahan masyarakat atas video yang beredar tersebut," pungkas Safaruddin SH.

Baca: Viral Video Narapidana Narkoba di Nusakambangan Diseret-seret, Kalapas Akhirnya Dicopot

Halaman
1234
Penulis: Zainal Arifin M Nur
Editor: Zaenal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved