RSU Pijay Semakin Lengkap

Rumah Sakit Umum (RSU) Pidie Jaya (Pijay) terus melengkapi berbagai fasilitas, terutama dokter spesialis

RSU Pijay Semakin Lengkap
Serambinews.com
Gedung RSUD Pidie Jaya 

* Dari Ruang Inap Sampai 18 Dokter Spesialis

SIGLI - Rumah Sakit Umum (RSU) Pidie Jaya (Pijay) terus melengkapi berbagai fasilitas, terutama dokter spesialis dalam dua bulan terakhir ini. RSU ini menargetkan menjadi rumah sakit rujukan untuk kabupaten tetangga, khusus untuk masyarakat yang tersebar di delapan kecamatan, sehingga tidak perlu lagi berobat ke luar daerah.

Direktur RSU Pijay, dr Fajriman SpS MSi MEd, Jumat (3/5) menjelaskan pengembangan rumah sakit terus dilakukan secara bertahap, sehingga akan menjadi rumah sakit rujukan. “Kami telah memiliki seratusan ruang inap dan 18 dokter spesialis yang siap melayani masyarakat kabupaten ini,” ujarnya.

Disebutkan, dokter spesialis terdiri dari dokter spesialis kandungan, bedah, anatesi, saraf, penyakit dalam, gigi, rehabilitasi medik, patologi klinik, THT, serta 28 dokter umum. Dia menjelaskan pihaknya juga akan melengkapi dengan dua dokter spesialis, baik bedah saraf dan bedah tulang (Ortopedi).

Fajriman menyatakan dengan rampungnya berbagai fasilitas utama dan pendukung, khususnya dokter, maka dengan sendirinya masyarakat Pijay tidak perlu lagi dirujuk keluar daerah. Dia mengakui, selama ini, banyak warga Pijay dirujuk ke Kabupaten Pidie, Bireuen, bahkan ke Banda Aceh, karena fasilitas yang dimiliki RSU Pijay belum lengkap.

Dia mengungkapkan pihaknya telah merencanakan untuk membuka pelayanan khusus bagi pasien penderita gangguan jiwa dan untuk jangka menengah perlu melakukan kerja sama dengan RSU luar daerah. “Ini untuk memenuhi kebutuhan pelanyanan RSU yang masih bertipe C menuju tipe B,” katanya.

Bahkan untuk mewujudkan upaya itu, pihak RSU melakukan koordinasi dengan Puskesmas, para camat di delapan kecamatan, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapill), Dinas Kesehatan (Dinkes), Dinas Lingkungan Hidup (DLH), BPJS, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta Ikatan Dokter Indonesia (IDI).

Dilansir sebelumnya, Manajemen Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pidie Jaya (Pijay) mendesak Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) untuk dapat mengalokasikan dana perluasan tanah untuk pelebaran komplek RSU.

Direktur RSU Pijay, dr Fajriman SpS, Selasa (26/3/2019) mengatakan pihaknya sangat membutuhkan perluasan komplek rumah sakit, agar dapat meningkatkan tipe C saat ini. Disebutkan, hal itu untuk membangun beberapa fasilitas kesehatan kepada masyarakat, sehingga pelayanan juga akan semakin baik.

Dia berharap dalam pengadaan tanah dapat disetujui pada 2019 ini dengan penambahan anggaran untuk perluasan rumah sakit, baik melalui Dana Otonomi Khusus Aceh (DOKA) yang kini telah dilimpahkan pengolaan ke daerah. Dia juga berharap dapat dimasukkan dalam APBK-P tahun ini.

Menurut Fajriman, pihaknya masih sangat membutuhkan beberapa gedung pelayanan kesehatan agar lebih standar dalam mengakomodir pelayanan kepada masyarakat. Dia mencontohkan, seperti untuk beberapa ruang yakni penyakit kandungan, ICU, kebidanan, radiologi, rehabilitasi medik, sterilisasi, kamar jenazah, serta pengelolaan sampah.

Menurut Fajriman, untuk kebutuhan fasilitas ini setidaknya membutuhkan dana Rp 300 miliar. “Saya berharap semua pihak dapat mendukung terutama dewan, agar tidak ada lagi warga yang dirujuk ke luar daerah,” harapnya. Dikatakan, rencana itu untuk membangun rumah sakit, sehingga bisa mendapat tipe B.

Disebutkan, untuk pelayanan saat ini tetap dioptimalkan dengan sarana dan prasarana yang telah dibangun, seperti memfungsikan gedung ruang rawat inap. Menanggapi hal itu, Ketua DPRK Pijay, Armia Harun, secara terpisah, kemarin mengatakan pihaknya sangat mendukung usulan pihak RSU dalam pengembangan kapasitas pelayanan rumah sakit.(c43)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved