Dinas Pangan Inspeksi ke Suzuya Mall  

Tim Pengawasan Keamanan Pangan Dinas Pangan Aceh, melakukan inspeksi keamanan pangan segar ke Suzuya Mall

Dinas Pangan Inspeksi ke Suzuya Mall   
Foto Dok Dinas Pangan Aceh.
Pengunjung sedang menyambangi Bazar Pangan Toko Tani Indonesia Center (TTI-C) 

BANDA ACEH - Tim Pengawasan Keamanan Pangan Dinas Pangan Aceh, melakukan inspeksi keamanan pangan segar ke Suzuya Mall, Seutui, Banda Aceh, Sabtu (4/5). Kegiatan ini dimaksudkan untuk memastikan, pangan yang dipasarkan kepada masyarakat, benar-benar terjamin keamanannya.

“Inspeksi ini sebagai alat kontrol yang diterapkan dalam upaya menemukan masalah keamanan pangan segar di lapangan, termasuk memperkirakan besarnya risiko. Dengan inspeksi ini diharapkan adanya masukan dalam merencanakan tindakan perbaikan,” terang Kepala Dinas Pangan Aceh, Dr Ir Ilyas MP didampingi Regional Manager Suzuya.

Dijelaskan, kebijakan keamanan pangan secara jelas tertuang dalam UU Pangan Nomor 18 Tahun 2012 Tentang Pangan. Dalam UU tersebut dijelaskan bahwa Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah berkewajiban dalam pembinaan dan pengawasan keamanan pangan di setiap rantai pangan. Pembinaan keamanan pangan disetiap rantai pangan menjadi tanggung jawab instansi pembina pelaku usaha pangan.

“Kami mengapresiasi pihak Suzuya karena dari serangkaian pengecekan yang kami lakukan, pimpinan dan manajemen Suzuya sangat memperhatikan aspek-aspek keamanan pangan yang dipasarkan,” imbuh Ilyas.

Seperti diketahui, pengawasan keamanan pangan merupakan peran penting Dinas Pangan yang dilakukan secara berkesinambungan, bukan hanya pada waktu tertentu saja. Inspeksi juga dilakukan di kabupaten/kota se-Aceh.

Langkah-langkah yang dilakukan diantaranya, memeriksa apakah semua proses penyediaan PSAT sudah dijalankan sebagaimana mestinya, memeriksa apakah semuanya sesuai dengan apa yang diterapkan, dan memeriksa apakah PSAT yang akan dikonsumsi masyarakat sudah memenuhi kriteria keamanan pangan.

Di hari yang sama, Dinas Pangan juga menggelar Bazar Meugang di Toko Tani Indonesia Center (TTI-C), Lampriek, Banda Aceh, dan melalui mobil TTIC keliling di depan bekas gedung Grand Aceh Pasaraya, Batoh. Hal itu bertujuan memudahkan masyarakat dalam memperoleh bahan pangan pokok dan pangan strategis, yang berkualitas dengan harga lebih terjangkau.

Untuk tahun ini, pihaknya menyalurkan daging segar dan beku sekitar 1.500 kg, beras berasal dari Gapoktan Binaan Dinas Pangan Aceh sebanyak 4 ton, telur ayam yang diproduksi oleh peternak binaan Dinas Peternakan Aceh melalui UPTD Peternakan Ayam Petelur Blangbintang sebanyak 570 lempeng, dan minyak goreng yang berasal dari distributor bahan pangan di Provinsi Aceh sebanyak 500 liter.(rul)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved