Hakim Kembali Terjerat Kasus Korupsi, KPK Minta Mahkamah Agung Serius Lakukan Perbaikan Internal

Selain itu, Laode juga meminta MA bertindak tegas terhadap pelanggaran sekecil apapun yang dilakukan oleh hakim.

Hakim Kembali Terjerat Kasus Korupsi, KPK Minta Mahkamah Agung Serius Lakukan Perbaikan Internal
SERAMBI/BUDI FATRIA
WAKIL Ketua KPK, Laode Muhammad Syarif, memberikan keterangan pers usai mengisi seminar Hari Antikorupsi Sedunia di Kampus Poltekkes Kemenkes Aceh, Kamis (15/11). 

SERAMBINEWS.COM, JAKARTA - Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Laode M Syarief meminta Mahkamah Agung (MA) serius dalam melakukan perbaikan internal terkait pengawasan terhadap hakim.

Hal itu ia ungkapkan terkait tertangkapnya Hakim Pengadilan Negeri Balikpapan, Kayat, dalam operasi tangkap tangan (OTT) pada Jumat (3/4/2019).

Selain itu, Laode juga meminta MA bertindak tegas terhadap pelanggaran sekecil apapun yang dilakukan oleh hakim.

"Karena berulangnya hakim yang dijerat korupsi, KPK meminta keseriusan Mahkamah Agung melakukan perbaikan ke dalam dan bertindak tegas terhadap pelanggaran sekecil apapun, terutama untuk posisi Hakim dan pihak terkait lainnya," ujar Laode saat menggelar konferensi pers di gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Sabtu (4/5/2019).

Laode mengatakan, KPK akan membantu MA untuk melakukan perbaikan tersebut, sebagai bagian dari upaya menjaga institusi peradilan dari praktik korupsi.

"KPK akan membantu Mahkamah Agung RI untuk melakukan perbaikan tersebut sebagai bagian dari ikhtiar bersama untuk menjaga institusi peradilan kita dari virus korupsi," ucapnya.

Dalam kesempatan itu, Laode mengungkapkan rasa kecewanya terhadap hakim yang masih melakukan praktik korupsi.

Menurut Laode, korupsi yang dilakukan oleh penegak hukum merupakan bentuk korupsi yang jauh lebih buruk.

"KPK sangat kecewa dengan aparatur penegak hukum, khususnya hakim yang masih melakukan korupsi, apalagi diduga suap diberikan untuk membebaskan terdakwa dari ancaman pidana," kata Laode.

"Jika korupsi saja merupakan kejahatan yang luar biasa, maka korupsi yang dilakukan oleh penegak hukum kami pandang merupakan bentuk korupsi yang jauh lebih buruk," tutur dia.

Halaman
123
Editor: faisal
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved