KWPSI Santuni 65 Anak Yatim

Keluarga Besar Kaukus Wartawan Peduli Syariat Islam (KWPSI) menyantuni 65 anak yatim dan fakir miskin

KWPSI Santuni 65 Anak Yatim
SERAMBI/MASRIZAL
TOKOH Pers Aceh yang juga Sekretaris Dewan Pembina KWPSI, Harun Keuchik Leumiek, didampingi Ketua KWPSI Azhari menyerahkan santunan berupa daging sapi kepada anak yatim pada acara meugang bersama KWPSI di lokasi acara, di Gampong Gla Meunasah Baroe, Kecamatan Krueng Barona Jaya, Aceh Besar, Sabtu (4/5). 

BANDA ACEH - Keluarga Besar Kaukus Wartawan Peduli Syariat Islam (KWPSI) menyantuni 65 anak yatim dan fakir miskin yang ada di wilayah Banda Aceh dan Aceh Besar, pada acara meugang bersama dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan 1440 Hijriah.

Kegiatan yang saban tahun dilaksanakan itu berlangsung di Gampong Gla Meunasah Baroe, Kecamatan Krueng Barona Jaya, Aceh Besar, Sabtu (4/5). Acara meugang tersebut diawali dengan menikmati hidangan kuah beulangong.

Acara itu dihadiri Tokoh Pers Aceh yang juga Sekretaris Dewan Pembina KWPSI, Harun Keuchik Leumiek, Ketua Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Aceh, Muhammad Hamzah, Mantan Karo Humas Setda Aceh, Mulyadi Nurdin, dan lainnya.

“Ada 65 anak yatim dan fakir miskin yang disantuni KWPSI tahun ini dengan membagikan daging meugang kepada mereka, baik yang diserahkan di lokasi meugang maupun yang diantar langsung ke rumah,” kata Ketua KWPSI, Azhari.

Azhari didampingi Sekjen KWPSI Muhammad Saman, mengatakan, kegiatan meugang ini dilaksanakan untuk merawat tradisi masyarakat Aceh dalam menyambut bulan puasa. Meugang KWPSI terasa berbeda karena dilakukan dengan meuripee (urunan).

“Kegiatan ini kita laksanakan setiap tahun untuk melestarikan budaya masyarakat Aceh. Jadi kita buat kegiatan meugang dengan meurape. Selain kita melihat dari aspek tradisi kegiatan ini juga untuk meningkatkan silaturahmi di antara kita,” katanya.

Azhari menyebutkan, meugang tahun 2019 panitia menyembelih dua ekor lembu yang dibeli dari hasil urunan para anggota, jamaah pengajian, dan simpatisan KWPSI. Kegiatan meugang dengan sistem meuripee sudah menjadi agenda rutin KWPSI dalam merawat tradisi dan berbagi kebaikan kepada mereka yang membutuhkan sejak 2013.

Lebih lanjut Azhari berharap, dengan adanya pembagian daging meugang dapat meringankan beban terutama anak yatim dan fakir miskin dalam menghadapi hari meugang yang memang sudah menjadi tradisi bagi masyarakat Aceh.

Dalam kesempatan itu, Harun Keuchik Leumiek mengapresiasi kegiatan meugang yang dilaksanakan KWPSI dan sudah berjalan 7 tahun. Dia berharap kegiatan sosial seperti meugang bersama anak yatim dan fakir miskin dapat dilaksanakan terus setiap tahun, karena sangat membantu meringankan beban anak yatim dan fakir miskin saat meugang.

Dalam budaya masyarakat Aceh, kata wartawan senior ini, meugang sudah menjadi tradisi secara turun temurun, untuk merayakannya harus ada daging walau hanya sedikit. Bahkan seorang menantu laki-laki saat pulang ke rumah tidak lengkap rasanya kalau belum membawa daging meugang.(mas)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved