Polda Ultimatum Anggota KKB

Polda Aceh mengultimatum anggota kelompok kriminal bersenjata (KKB) yang masih bersembunyi

Polda Ultimatum Anggota KKB
TRIBUNNEWS.COM
RIO S DJAMBAK,Kapolda Aceh 

* Agar Segera Serahkan Diri

BANDA ACEH - Polda Aceh mengultimatum anggota kelompok kriminal bersenjata (KKB) yang masih bersembunyi di seluruh wilayah hukum Polda Aceh, agar segera menyerahkan diri. Polisi tidak akan segan-segan mengambil tindakan tegas jika imbauan itu tidak digubris oleh anggota kelompok tersebut.

Imbauan tersebut disampaikan Kapolda Aceh, Irjen Pol Rio S Djambak, dalam keterangan tertulis yang diterbitkan secara resmi oleh Humas Polda Aceh, Jumat (3/5). Dalam keterangan itu, Kapolda juga menegaskan, pihaknya selalu siap untuk mengawal dan menjaga situasi keamanan di Aceh dari gangguan apapun.

“Kita mengimbau kepada anggota KKB yang masih bersembunyi agar segera menyerahkan diri kepada aparat keamanan terdekat. Bila imbauan ini tidak diindahkan, aparat keamanan akan melakukan tindakan tegas dan terukur sesuai hukum yang berlaku,” tegas Kapolda.

Terkait masih adanya anggota kelompok bersenjata di Aceh, khususnya di kawasan pantai timur, Kapolda mengatakan, Polri dibantu TNI serta stakeholder lain akan menjaga dan memelihara kondisi kamtibmas di Aceh agar selalu dalam kondisi stabil dan kondusif. “Rakyat Aceh saat ini menghendaki situasi yang aman dan kondusif di wilayahnya,” pungkas Kapolda Aceh, Irjen Pol Rio S Djambak.

Sepeti diketahui, beberapa waktu lalu tim gabungan Polda Aceh dan Polres Aceh Timur terlibat baku tembak dengan kelompok kriminal bersenjata di kawasan Aceh Timur, Rabu (24/4) malam. Dalam kejadian itu, satu orang yang diyakini sebagai pimpinan kelompok tersebut bernama Nasir Agung (45), warga Kecamatan Pante Bidari, Aceh Timur, tewas setelah diterjang timah panas aparat kepolisian di dadanya.

Dalam baku tembak itu, polisi berhasil membekuk Mahdi (34), warga Desa Paya Keutapang, Kecamatan Sungai Raya, Aceh Timur. Sedangkan satu orang lagi bernama Sofyan alias Apuy berhasil melarikan diri. Belum ada kabar, apakah yang bersangkutan sudah tertangkap atau sudah menyerahkan diri.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Aceh, Kombes Pol Ery Apriyono SIK MSi, kepada Serambi, kemarin, mengatakan, salah seorang anggota kelompok bersenjata yang masih buron adalah Sofyan alias Apuy. Ditanya apakah masih banyak anggota kelompok itu yang masih ‘bergerilya’ di Aceh, Ery tak mau menjawab secara detail. “Kalau jumlahnya kita tidak tahu persis, tapi ada terus yang tertangkap karena tercium pergerakannya,” ujar Ery.

Kabid Humas Polda Aceh, Kombes Pol Ery Apriyono SIK MSi, juga menjelaskan, anggota kelompok bersenjata yang baru-baru ini ditangkap, berafiliasi pada pergerakan kelompok sipil bersenjata di Aceh di bawah pimpinan Aldi Rebon. Untuk diketahui, Ali Rebon sudah tewas dalam penyergapan oleh polisi di rumahnya kawasan Gampong Seuneubok Teupin, Kecamatan Peureulak Timur, Aceh Timur, Minggu (17/2) lalu.

“Kelompok kriminal bersenjata tersebut selama ini melakukan kejahatan yang melanggar hukum di berbagai wilayah di Aceh. Pengungkapan dan penangkapan KKB di wilayah hukum Polda Aceh ini berawal dari informasi yang beredar di media sosial tentang adanya video rencana pergerakan kelompok sipil bersenjata di Aceh di bawah pimpinan dengan inisial TSMAM alias Aldi Rebon,” ujarnya.

Kelompok ini, menurut Kombes Ery, sedang menyusun kekuatan untuk melakukan teror atau penyerangan serentak dengan target yang dianggap sebagai musuh yaitu TNI/Polri. “Kemudian menurut sumber dan keterangan yang didapat aparat, sasaran utama mereka yang lain adalah pengurus sebuah partai politik lokal di Aceh serta petingginya. Bila tak kooperatif dan tidak mau bekerja sama, mereka juga akan dianggap sebagai musuh,” katanya.

Berdasarkan informasi tersebut, sambung Kombes Ery, Polda Aceh membentuk tim gabungan yang terdiri atas Dit Reskrimum, Dit Intelkam, Sat Brimobda Polda Aceh, Polres Aceh Timur, Polres Aceh Utara. Tim tersebut, menurutnya, sudah melakukan penyelidikan dan penindakan terhadap terduga kelompok bersenjata tersebut.

Dari hasil penyelidikan selama beberapa hari, tim gabungan Polda Aceh berhasil mendapat informasi bahwa selain Aldi Rebon yang merupakan pimpinan kelompok tersebut juga didapat beberapa nama yang teridentifikasi sebagai anggota kelompok sipil bersenjata itu. Mereka sudah melakukan berbagai kejahatan termasuk membunuh personel Polres Aceh Utara, Bripka (Anumerta) Faisal.

“Pada 16 April 2019 ada empat orang yang menyerahkan diri dan pada 24 April satu orang yakni pimpinan kelompok tersebut. Satu orang berhasil kita tangkap dan satu orang lainnya berhasil melarikan diri. Karena itu, yang sudah melarikan diri atau yang masih bersembunyi agar segera menyerahkan diri,” pinta Kombes Pol Ery Apriyono.(dan)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved