Saudara Kandung Ikut Nyaleg, Komisioner KIP Aceh Selatan Diprotes

Yusrizal ST MT, seorang Komisioner KIP Aceh Selatan yang saudara kandungnya maju sebagai Caleg untuk DPR Aceh dari Dapil setempat.

Saudara Kandung Ikut Nyaleg, Komisioner KIP Aceh Selatan Diprotes
SERAMBINEWS.COM/TAUFIK ZASS
Ketua KIP Aceh Selatan, Saiful Bismi SE bersama komisioner KIP lainnya dan Kapolres Aceh Selatan melakukan pemusnahan 2.764 lembar surat suara pemilihan calon presiden dan wakil presiden, calon anggota DPR RI, DPD, DPRA Dapil 9, serta DPRK di halaman Kantor Sekretariat KIP setempat, Jumat (19/4) sore. 

Laporan Taufik Zass | Aceh Selatan

SERAMBINEWS.COM, TAPAKTUAN - Sejumlah Calon Legislatif (Caleg) DPR Aceh Dapil 9 (Abdya, Aceh Selatan, Subulussalam dan Sibgkil) meragukan integritas Yusrizal ST MT, seorang Komisioner KIP Aceh Selatan yang saudara kandungnya maju sebagai Caleg untuk DPR Aceh dari Dapil setempat.

Pasalnya, selain terindikasi terjadinya penggelembungan suara (Mark Up) untuk Partai tempat saudara kandungnya maju sebagai Caleg, yang bersangkutan juga tidak mengumumkan secara terbuka di media massa terkait hubungan sedarahnya dengan Hendriyono, selaku Caleg DPRA dari PKPI. 

"Padahal sesuai surat edaran KPU Nomor 6 Tahun 2019 tentang Kewajiban bagi Anggota KPU, KPU/KIP Provinsi, KPU/KIP Kabupaten/Kota untuk menyatakan secara terbuka apabila memiliki hubungan keluarga atau sanak saudara dengan calon peserta Pemilu," kata Caleg DPRA dari Partai Nasdem, Drs Yumardi Natsir MM kepada Serambinews.com, Minggu (5/5/2019).

Ditambahkanya, aturan penyelenggaraan Pemilu PKPU No. 8 tahun 2019 tentang tata kerja KPU, KPU Provinsi dan KPU kab/kota, pasal 76 huruf b, telah sangat jelas ditegaskan, terkait larangan adanya hubungan saudara sedarah antara komisioner KIP dengan caleg partai politik. 

"Apalagi, KIP Aceh Selatan sampai saat ini belum mengumumkan secara terbuka di media massa dan di tempat umum lainnya terkait status hubungan saudara antara Yusrizal dengan Hendriyono tersebut. Maka itu adalah suatu pelanggaran," timpal T Sukandi, salah seorang pengamat Politik di Aceh Selatan.

Ditambahkan Yunardi Natsir, hari kedua rapat pleno rekapitulasi hasil suara tingkat Kabupaten Aceh Selatan dirinya sudah sampaikan tentang integritas penyelenggara Pemilu, sebab menurutnya ini merupakan suara pengelenggara yang tak bisa ditolerir. "Jika penyelenggaranya tidak berintegritas bagaimana pemilu beeritegritas," papar Yunardi.

Menurutnya, pengumuman terkait hubungan antara komisioner KIP dan Caleg tersebut semestinya sudah terdaftar dalam DCT. Namun pengumuman itu baru disampaikan saat berlangsungnya rapat pleno, bukan melalui media massa.

"Semalam dia sudah menyampaikan pengumuman terkait, tapi apa yang disampaikan ini sudah kadaluarsa," paparnya.

Pihaknya juga menduga ada indikasi kecurangan berupa mark up suara di beberapa Dapil di Aceh Selatan.

Halaman
12
Penulis: Taufik Zass
Editor: Taufik Hidayat
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved