Tujuh Pelanggar Pemilu Jadi Tersangka

Tujuh pria yang terlibat dalam pelanggaran pidana pemilu di Tempat Pemungutan Suara (TPS) 97 Desa Matang Ulim

Tujuh Pelanggar Pemilu Jadi Tersangka
IAN RIZKIAN MILYARDIN, Kapolres Aceh Utara

LHOKSUKON - Tujuh pria yang terlibat dalam pelanggaran pidana pemilu di Tempat Pemungutan Suara (TPS) 97 Desa Matang Ulim, Kecamatan Baktiya, Aceh Utara, ditetapkan sebagai tersangka oleh tim Penegakan hukum terpadu (Gakkumdu). Mereka terdiri atas enam saksi partai politik (parpol) nasional dan lokal serta seorang anggota panitia pemungutan suara (PPS).

Dari jumlah itu, enam di antara mereka yang merupakan warga Desa Matang Ulim yaitu MK (37), MR (20), AM (21), ZA (39), MN (34), dan MS (19). Sedangkan seorang lagi yaitu IA (24), adalah warga Desa Pucok Alue, Kecamatan Baktiya. Kasus tersebut diteruskan Panwaslih Aceh Utara ke polisi, Jumat (3/5) sore.

Seperti diberitakan sebelumnya, enam saksi terlibat pencoblosan lebih dari satu kali di TPS 97 Desa Matang Ulim, saat Pemilu, Rabu (17/4) lalu. Mereka bisa melakukan tindakan itu karena mendapat surat suara dari PPS setempat. Kejadian tersebut kemudian menjadi temuan Panwascam Baktiya.

“Kasus ini sudah masuk ke tahap penyidikan ketika ditangani tim Gakkumdu karena ditemukan unsur pidana. Karena itu mereka ditetapkan sebagai tersangka,” ujar Kapolres Aceh Utara, AKBP Ian Rizkian Milyardin, melalui Kasat Reskrim, Iptu Rezki Kholiddiansyah, kepada Serambi, Sabtu (4/5).

Karena itu, menurut Kasat Reskrim, pihaknya sudah mengirim surat panggilan ke delapan saksi untuk dimintai keterangan terkait kasus tersebut. Penyidik, kata Rezki, sudah menjadwalkan pemeriksaan saksi itu dilakukan pada Senin (6/5) mendatang. “Ketujuh tersangka tidak ditahan karena ancaman hukumannya di bawah lima tahun penjara,” ujarnya.

Ketujuh tersangka, tambah Iptu Rezki, dinyatakan melanggar Pasal 516 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu. “Untuk menyelesaikan kasus tersebut, penyidik punya waktu 14 hari kerja,” pungkas Kasat Reskrim Polres Aceh Utara.(jaf)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved