Biografi Tokoh Dunia: Mengenal Sosok Hosni Mubarak, Perwira Militer yang Jadi Presiden Terlama Mesir

Hosni Mubarak diangkat sebagai presiden Mesir pada Oktober 1981 hingga Februari 2011, setelah didesak untuk mundur melalui aksi demonstrasi

Biografi Tokoh Dunia: Mengenal Sosok Hosni Mubarak, Perwira Militer yang Jadi Presiden Terlama Mesir
AFP/STR/MONA SHARAF
Presiden Mesir periode 1981 hingga 2011, Hosni Mubarak. 

Desakan untuk Mundur

Pada 2011, kawasan Timur Tengah diguncang gerakan pemberontakan oleh rakyat, yang diawali dengan gerakan Revolusi Melati di Tunisia, yang mendorong Presiden Zine al Abidin Ben Ali untuk mundur.

Januari 2011, unjuk rasa mulai muncul di Mesir, dengan massa pengunjuk rasa yang memprotes penindasan, korupsi, serta kemiskinan yang semakin parah di negara itu.

Massa mendesak Presiden Mubarak yang telah menjabat hingga enam periode untuk mundur.

Sempat menghilang dari publik, Presiden Mubarak muncul setelah bentrokan massa pengunjuk rasa dengan polisi memasuki hari keempat.

Mubarak menyampaikan pidatonya melalui televisi pemerintah, yang intinya mengatakan bahwa dirinya akan tetap menjabat.

Namun presiden akan membubarkan kabinet dan melakukan reformasi sosial serta ekonomi.

Langkah tersebut dikecam massa pengunjuk rasa sebagai alasan untuk tetap berkuasa dan tidak berdampak banyak dalam menenangkan aksi kerusuhan.

Hari berikutnya, Presiden Mubarak mengambil keputusan dengan menunjuk wakil presiden untuk pertama kalinya selama menjabat.

Namun aksi protes masih berlangsung hingga Februari.

Pada 1 Februari, Mubarak kembali tampil di televisi dan mengumumkan bahwa dirinya tidak akan kembali maju dalam pemilihan presiden berikutnya yang dijadwalkan digelar pada bulan September 2011.

Mundur dari Jabatan Presiden

Desakan untuk mundur terus datang dari rakyat Mesir, hingga pada 10 Februari, Mubarak kembali menyampaikan pidatonya di televisi.

Dalam pidatonya, Mubarak menyatakan akan tetap merampungkan masa jabatannya hingga selesai, namun dia juga mendelegasikan sebagian kekuasaannya kepada wakil presiden Omar Suleiman.

Dia juga kembali menjanjikan akan melakukan reformasi pemilu, serta akan mencabut hukum darurat Mesir yang telah diberlakukan sejak 1981.

Sehari berselang, Mubarak meninggalkan Kairo menuju tempat peristirahatannya di Sharm el-Sheikh, di Semenanjung Sinai.

Beberapa jam setelah kabar Mubarak meninggalkan Kairo, wapres Suleiman muncul di televisi dan mengumumkan bahwa presiden Mubarak telah mengundurkan diri sebagai presiden dan menyerahkan kekuasaan memimpin pemerintahan kepada Dewan Tertinggi Angkatan Bersenjata.

Pengumuman pengunduran diri Mubarak disambut perayaan dan sukacita di sejumlah lokasi di mana massa berunjuk rasa.

Pascapengunduran Diri

Setelah Mubarak mundur dari jabatan presiden, pemerintah Mesir segera memulai penyelidikan atas kasus dugaan korupsi dan penyalahgunaan kekuasaan yang dilakukan rezim Mubarak.

Mubarak, kedua putranya, Alaa dan Gamal, serta para pejabat dan mantan pejabat yang dekat dengan presiden diperiksa.

Termasuk juga pada pemimpin bisnis yang memiliki kedekatan dengan Mubarak.

Pada 12 April 2011, saat menunggu untuk diperiksa, Mubarak dilarikan ke rumah sakit setelah dilaporkan mengalami serangan jantung.

Dia dirawat di rumah sakit di Sharm el-Sheikh setelah hasil evaluasi medis menyatakan kondisi kesehatan Mubarak tidak memungkinkan untuknya dipindahkan ke penjara di Kairo.

Pada 24 Mei 2011, jaksa penuntut umum mengumumkan bahwa Mubarak akan diadili atas tuduhan memerintahkan pembunuhan demonstran, korupsi, dan penyalahgunaan kekuasaan.

Bertahun-tahun setelahnya, Mubarak masih menghadapi kasus hukum dan menjalani persidangan.

Juni 2012, pengadilan Mesir memutuskan Mubarak bersalah dalam insiden kematian demonstran dan menjatuhkan hukuman penjara seumur hidup.

Namun dia dibebaskan dari tuduhan korupsi.

Pada Januari 2013, pengadilan Mesir memerintahkan pengadilan ulang untuk kasus pembunuhan demonstran dan korupsi karena masalah prosedural dalam persidangan pertama.

Pada Mei 2014, pengadilan Mesir menjatuhkan hukuman tiga tahun penjara untuk Mubarak karena menggelapkan dana publik.

Masing-masing putranya dijatuhi hukuman empat tahun penjara karena kasus yang sama.

Pada November 2014, pengadilan menolak dakwaan terhadap Mubarak atas pembunuhan demonstran, dengan alasan yurisdiksi pengadilan telah dibatalkan oleh penundaan tiga bulan dalam pengajuan jaksa penuntut atas dakwaan asli terhadap Mubarak pada 2011.

Baca: Update Real Count, Ini Partai dan Caleg Peraih Suara Terbanyak untuk DPRK Bireuen

Baca: Permintaan Timun di Pidie Meningkat, Harga Naik Rp 1.000 per Kg

Baca: Pemilu 2019 Berlangsung Sukses, Sudah 31 Kepala Negara Sampaikan Selamat kepada Jokowi

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Biografi Tokoh Dunia: Hosni Mubarak, Presiden Terlama Mesir"

Editor: faisal
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved