Boat Karam, 1 ABK Hilang

Sebuah boat nelayan yang terjebak badai karam saat berusaha menepi di Muara Kuala Baru, Kecamatan Kuala Baru

Boat Karam, 1 ABK Hilang
SERAMBI/DEDE ROSADI
Warga Kuala Baru, Aceh Singkil, mendorong boat ke laut. Boat itu sempat karam akibat terjebak badai di muara Kuala Baru, Minggu (5/5). Satu orang awak boat tersebut Zaimar (28) masih hilang.SERAMBI/DEDE ROSADI 

* Terjebak Badai Saat Melaut

SINGKIL - Sebuah boat nelayan yang terjebak badai karam saat berusaha menepi di Muara Kuala Baru, Kecamatan Kuala Baru, Aceh Singkil, Minggu (5/5). Dalam musibah itu, seorang awaknya bernama Zaimar (28), masih berstatus hilang, sedangkan sejumlah nelayan lainnya berhasil berenang ke pantai.

Informasi yang dihimpun Serambi, boat karam sekitar pukul 11.00 WIB. Saat itu, boat dengan alat penangkap ikan jaring itu terjebak badai berupa angin kencang yang memicu gelombang besar. Di tengah amukan badai, boat berusaha masuk ke sungai melalui Muara Kuala Baru. Namun, upaya nakhoda untuk menepi tidak berhasil karena boat kandas di muara yang dangkal hingga terbalik diterjang ombak.

Ketika situasi genting itulah, awak boat yang berjumlah delapan orang melompat menyelamatkan diri. Tujuh orang bisa menepi, kecuali Zaimar yang belum diketahui nasibnya. Semua korban merupakan penduduk Kecamatan Kuala Baru.

“Kejadiannya sekitar pukul 11.00 WIB,” kata Camat Kuala Baru, Syama’un yang turut melakukan pencarian korban hilang bersama personel Satpol Air Polres Aceh Singkil, petugas Dinas Perikanan, dan masyarakat nelayan. Menurut Camat Syama’un, pencarian korban dilakukan dengan menyisir lokasi tempat awak boat itu hilang. “Bahkan, ada yang melakukan penyelaman di sekitar lokasi korban hilang,” ujarnya.

Boat naas tersebut itu sendiri, papar dia, berhasil diselamatkan warga setelah sempat terseret arus ke arah pantai sejauh kira-kira 300 meter dari lokasi kejadian.

Kerap Makan Korban
Sementara itu, Muara Kuala Baru yang menjadi jalur perlintasan nelayan saat akan melaut memang kerap memakan korban. Kondisi itu disebabkan kondisi muara yang dangkal dengan posisinya kerap berpindah-pindah, sehingga menyulitkan nelayan memprediksi alur muara yang dalam agar aman dilewati boat.

Oleh sebab itu, nelayan setempat berharap Pemkab Aceh Singkil dan Pemerintah Aceh dapat melakukan pengerukan sehingga kedalaman muara aman bagi boat. Selain itu, pemerintah juga diminta memasang jeti agar boat bisa aman ke luar masuk muara. “Pengerukan dan pembangunan jeti ini cukup mendesak karena mayaritas warga Kuala Baru adalah nelayan,” ucap warga setempat.(de)

korban boat karam

1. Dahrul (45) asal Kuala Baru Sungai
2. Yusmar (24) asal Kuala Baru Laut
3. Rasidin (55) asal Kuala Baru Laut
4. Jasman (50) asal Kuala Baru Laut
5. Mikbar (30) asal Kuala Baru Laut
6. Anwar (30) asal Suka Jaya
7. Fuadi (20) asal Kuala Baru Laut
8. Zaimar (28) asal Kuala Baru Laut (masih hilang)

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved