Dishub Relokasi Jalur Parkir

Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Banda Aceh, mulai merelokasikan jalur parkir khusus untuk sepeda motor (sepmor) dan mobil

Dishub Relokasi  Jalur Parkir
MUZAKIR TULOT, Kadishub Kota Banda Aceh

* Di Jalan Diponegoro

BANDA ACEH - Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Banda Aceh, mulai merelokasikan jalur parkir khusus untuk sepeda motor (sepmor) dan mobil di Jalan Diponegoro, Pasar Aceh, Banda Aceh, Minggu (5/5).

Perelokasian jalur parkir untuk masing-masing jenis kendaraan itu untuk mengurai kemacetan yang kerap terjadi di kawasan tersebut.

Hal itu disampaikan Kadishub Kota Banda Aceh, Drs Muzakkir Tulot MSi kepada Serambi, Minggu (5/5). Menurutnya, relokasi jalur parkir untuk masing-masing jenis kendaraan tersebut, juga menindaklanjuti aspirasi dan keluhan masyarakat, terkait semrawutnya masalah parkir dari mobil-mobil bongkar muat milik pengusaha atau pedagang yang nangkring di Jalan Diponegoro, khususnya kawasan Pasar Aceh baru.

Menyikapi kondisi itu, tambah Kabid Perparkiran Dishub Kota Banda Aceh, Aqil Perdana Kusuma SH MH, Dishub mengambil langkah dengan mendesain kawasan tersebut.

Solusinya, lanjut Aqil, kawasan padat itu harus direlokasikan dari segi pembagian jalur perparkirannya, yakni untuk jenis sepmor dan mobil. Sehingga kawasan itu, diharapkan akan menjadi lebih lancar, tertib serta lebih memberi kenyamanan setelah ditata dengan baik.

“Sesuai perihal surat tentang solusi masalah parkir di kawasan tersebut yang ditujukan kepada Wali Kota Banda Aceh. Lalu ditindaklanjuti rapat antara Dishub dengan SKPD terkait serta pengelola Pasar Aceh baru, akhirnya diperoleh sebuah solusi tentang penanggulangan masalah perparkiran dan kemacetan yang selama ini terjadi di Jalan Diponegoro,” ujar Aqil.

Kabid Perparkiran Dishub Kota Banda Aceh ini menjelaskan, kemacetan sering terjadi selama ini, terutama pada situasi tertentu, dikarenakan kurangnya ketersediaan lokasi parkir, baik di pinggir jalan serta di basement Pasar Aceh baru.

“Menyikapi kondisi itu, Dishub bersama SKPD telah mengambil langkah tersebut. Alhamdulillah, setelah kami coba dan merealisasikannya yang di mulai pada Sabtu, 4 Mei 2019, perubahan banyak terlihat,” ujar Aqil.

Kemacetan yang terlihat selama ini dan terjadi pada waktu-waktu tertentu dan di jam sibuk. “Alhamdulillah, dalam dua hari ini kami pantau mulai tertangani. Kondisi ini tentu akan berdampak besar pada berkembangnya iklim dan roda perekonomian di Kota Banda Aceh,” sebutnya.(mir)

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved