Ibu Hamil dan Bayi 14 Bulan Jadi Korban Meninggal Serangan Udara Israel, Sepakati Gencatan Senjata

Setidaknya 23 orang Palestina, dengan sembilan di antaranya merupakan milisi, meninggal dunia.

Ibu Hamil dan Bayi 14 Bulan Jadi Korban Meninggal Serangan Udara Israel, Sepakati Gencatan Senjata
MAHMUD HAMS
Ledakan terlihat di antara bangunan selama serangan udara Israel di Kota Gaza pada Sabtu (4/5/2019). (AFP/Mahmud Hams) (MAHMUD HAMS) 

SERAMBINEWS.COM - Pemimpin Palestina di Gaza dilaporkan menyepakati gencatan senjata dengan Israel untuk mengakhiri konflik selama dua hari yang terjadi.

Juru bicara militer Israel menolak berkomentar atas kabar itu.

Namun, AFP melaporkan Senin (6/5/2019) tidak ada serangan roket dari Gaza maupun balasan Israel.

Sumber dari Hamas maupun Islamic Jihad mengatakan, Mesir langsung bertindak sebagai penengah untuk menggelar gencatan senjata pada pukul 04.30 waktu setempat.

Kabar itu dibenarkan juga sumber dari internal Mesir setelah ketegangan serius antara Israel dengan milisi Palestina sejak Perang Gaza 2014 silam.

Ketegangan itu terjadi Sabtu (4/5/2019) ketika puluhan roket dari Gaza menghantam permukiman Israel yang langsung dibalas dengan mengerahkan serangan udara.

Setidaknya 23 orang Palestina, dengan sembilan di antaranya merupakan milisi, meninggal dunia.

Korban meninggal dunia itu antara lain Moshe Agadi yang dadamya terkena pecahan rudal.

Kemudian pria 49 tahun yang terbunuh ketika roket menghantam pabrik tempatnya bekerja, serta dua orang di mana kendaraannya dihantam dua roket milisi.

Otoritas lokal dikutip Sky News berujar ibu hamil berusia 37 tahun dan keponakannya yang masih bayi berumur 14 bulan terbunuh oleh serangan udara Israel.

Halaman
12
Editor: faisal
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved