Pijay Sembelih 245 Ternak

Kabupaten Pidie Jaya menyembelih 245 ekor ternak sapi dan kerbau pada meugang puasa kali ini, Minggu (5/5)

SERAMBINEWS.COM/ZAINUN YUSUF
Ribuan warga dari berbagai pelosok di Kabupaten Abdya memadati lokasi penyembelihan dan penjualan daging meugang di bantaran aliran Sungai Krueng Beukah di Desa Keude Siblah, Kecamatan Blangpidie, Sabtu (4/5/2019). Daging kerbau dan sapi yang dijual pedagang tembus harga Rp 180.000 sampai Rp 190.000 per kg. 

* Retribusi Rp 160.000 per Ekor

MEUREUDU - Kabupaten Pidie Jaya menyembelih 245 ekor ternak sapi dan kerbau pada meugang puasa kali ini, Minggu (5/5). Dari delapan kecamatan di sana, hanya empat ibu kota kecamatan dijadikan lokasi penjualan daging meugang. Bandardua adalah kecamatan yang terbanyak menyembelih ternak. Biaya retribusi yang dikutip sebesar Rp 160.000 per ekor ternak.

Dilaporkan, harga daging di sana baik pada hari Sabtu dan Minggu kemarin dijual Rp 170.000/kg.

Kasie Kesehatan Hewan dan Veteriner (Kesmavet) Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunnak) Pijay, drh Azhari kepada Serambi, menyebutkan, sebagaimana tahun-tahun sebelumnya, empat ibu kota kecamatan sebagai pusat penjualan daging di wilayahnya yaitu Keude Ulee Gle sebagai Ibu Kota Kecamatan Bandardua, menyembelih 88 ekor ternak. Keude Meureudu 48 ekor, Keude Trienggadeng 42 ekor, dan Keude Luengputu sebagai Ibu Kota Kecamatan Bandarbaru menyembelih 67 ekor.

Sehari sebelumnya atau Sabtu (4/5), daging meugang juga dijual di Keude Ulee Gle dan Keude Meureudu, tapi jumlahnya terbatas, hanya belasan ekor. Pantauan Serambi, pada hari pertama maupun meugang kedua atau Minggu kemarin, harga daging Rp 170.000 per kilogram. Beberapa pedagang menyebutkan, besarnya retribusi yang dikutip oleh petugas pada meugang sebesar Rp 160.000 per ekor. “Ya, kami mengutip retribusi Rp 160.000 per ekor,” kata Iskandar, Fakter Pasar Meureudu.

Iskandar menambahkan, jumlah ternak yang disembelih pada meugang Ramadhan tahun ini di Meureudu hanya 42 ekor atau menurun dibandingkan tahun sebelumnya. Nada yang sama juga disampaikan Drs Jailani MM, camat setempat. Kabid Peternakan Disbunnak Pijay, drh Teuku M Daud yang dikonfirmasi mengaku bahwa dana yang harus disetor ke Disbunnak per ekor ternak hanya Rp 60.000.

“Setiap ekor ternak, PAD yang harus disetor ke dinas Rp 60.000. Soal berapa yang mereka kutip dari pedagang untuk setiap ekor, itu kami tidak tahu menahu,” timpal TM Daud. Sekretaris Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi Usaha Kecil dan Menengah (Disperindagkop dan UKM) Pijay, Ir Muslim yang dihubungi melalui ponselnya terkait dengan kutipan retribusi tersebut, tidak berhasil. Meskipun terdengar nada masuk, tapi yang bersangkutan tidak mengangkat telepon genggamnya.

Pasar Membeludak
Suasana Kota Meureudu tampak marak. Warga beramai-ramai berbelanja untuk persiapan Ramadhan. Jalan Iskandarmuda yang merupakan jalan protokol, Minggu kemarin, padat pelintas. Apalagi sejumlah pedagang kaget membuka lapak berjualan di sisi kiri dan kanan badan jalan. Alun-alun juga ramai. Berbeda dengan suasana di warkop yang berangsur sepi. Malah sejumlah warkop di sana memilih tutup ketimbang beraktivitas. Mereka menutup usahanya karena pulang untuk persiapan shalat Tarawih.

Amatan Serambi di beberapa kecamatan di Pijay seperti Meureudu, Meurahdua, Ulim, dan Trienggadeng kemarin, mayoritas sarana ibadah (masjid dan meunasah) tampak bersih menyusul gotong royong warga pada Jumat (3/5). Dapur untuk persiapan memasak kanji juga disiapkan.”Singoh ka mulai taguen kanji (besok sudah mulai memasak kanji, red),” kata salah seorang bilal di Meurahdua.(ag)

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved