Tak Ada Lagi Wisuda untuk si Bungsu Naurah

KECELAKAAN lalu lintas yang merenggut nyawa ibu dan anak di kawasan Desa Kabu Blang Sapek, Kecamatan Suka Makmue

Tak Ada Lagi Wisuda untuk si Bungsu Naurah
SERAMBINEWS.COM/YUSMANDIN IDRIS
Satu unit kendaraan pikap Isuzu Panther bertabrakan dengan sepeda motor Yamaha Mio sekitar pukul 16.00 WIB, Rabu (26/09/2018) di kawasan Desa Pante Gajah, Peusangan Bireuen. 

KECELAKAAN lalu lintas yang merenggut nyawa ibu dan anak di kawasan Desa Kabu Blang Sapek, Kecamatan Suka Makmue, Sabtu (4/5) menyisakan kepiluan mendalam bagi keluarga besar korban maupun masyarakat.

Salah satu sisi pilu diceritakan Ramli, Keuchik Kuta Paya, Kecamatan Seunagan, Kabupaten Nagan Raya, menjawab Serambi Minggu (5/5) malam. “Korban adalah warga kampung saya. Musibah ini sangat tragis dan menyisakan kesedihan mendalam,” ujar Ramli.

Ramli mengisahkan, pada Sabtu sore itu, 4 Mei 2019, Roza Darsinta (41) bersama dua putrinya, Naurah Rauyani (6) dan Ulya (10) berangkat dengan sepeda motor dari rumahnya di Kuta Paya ke Desa Lueng Baro untuk mengambil pasfoto Naurah Rauyani yang akan mengikuti prosesi wisuda di salah satu TK di Seunagan.

“Namun takdir berkata lain. Sesampai di Kabu Blang Sapek, Kecamatan Suka Makmue terjadilah kecelakaan maut itu. Ibu Roza bersama putrinya Naurah Rauyani yang akan diwisuda meninggal dunia,” kata Keuchik Ramli menyiratkan kesedihan.

Roza Darsinta berprofesi sebagai PNS yang bertugas di Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Seunagan. Roza memiliki tiga anak yang semuanya perempuan, yaitu yang sulung baru tamat SMP, yang nomor dua, Ulya masih SD, dan si bungsu Naurah baru menyelesaikan TK dan akan diwisuda dalam waktu dekat namun ajal lebih dulu menjemputnya bersama sang bunda akibat kecelakaan tragis di lintas Jeuram-Simpang Peut, Nagan Raya.(c45)

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved