Jembatan Krueng Meriam Rusak

Jembatan gantung di Dusun Alue Lhok, Gampong Krueng Meriam, Kecamatan Tangse, Pidie

Jembatan Krueng Meriam Rusak
SERAMBINEWS.COM/Kiriman warga
Jalan negara tepat di Gampong Krueng Meriam, Tangse, Pidie 

* Dibangun Bertahap, 2017 dan 2018

SIGLI- Jembatan gantung di Dusun Alue Lhok, Gampong Krueng Meriam, Kecamatan Tangse, Pidie yang dibangun melalui dana rehab-rekon kembali rusak diterjang banjir. Anggaran pembangunan sekitar Rp 2 miliar, dimana satu rekanan membanguan bagian bawah dan tiang jembatan pada 2017 dan satu rekanan lainnya membangun lantai jembatan dan oprit pada 2018.

Jembatan gantung tersebut kembali rusak diterjang banjir dan dana pemeliharaan sudah habis, sehingga warga harus memperbaiki abutmen jembatan. Warga mendatangkan beko untuk menimbun bagian abutmen yang digerus banjir.

Kepala Bidang (Kabid) rehab-rekon BPBD Pidie, Fauzan, Senin (6/5) mengatakan proyek jembatan gantumg Gampong Krueng Meriam Tangse dikerjakan dua tahap. “Selesai dikerjakan, langsung dimanfaatkan oleh warga untuk jalur penyeberangan,” tulis Fauzan yang dikirim melalui WhatsApp, kemarin

Namun, kata Fauzan, pada Januari 2019, Tangse kembali dilanda banjir bandang, sehingga berdampak pada jembatan gantung tersebut yang tanah bagian bawah abutment terkikis, sehingga abutment rusak. Dikatakan, jembatan tersebut telah habis masa pemeliharaannya.

“Kita telah melaporkan ke Dinas PUPR Pidie terhadap abutment jembatan yang rusak, karena BPBD Pidie tidak bertanggungjawab lagi terhadap jembatan tersebut karena masa pemeliharaan telah habis,” pungkasnya.

Berdasarkan data dari BPBD Pidie, pekerjaan proyek jembatan Krueng Meriam dilakukan dua tahap. Di mana tahun 2017 anggaran diplotkan Rp 1,4 miliar dan 2018 sebesar Rp 558,385 juta. Jembatan tersebut dibangun baru, akibat hancur diterjang banjir bandang di Tangse beberapa tahun lalu dan sarana penyeberangan tersebut digunakan oleh petani untuk mengangkut hasil panen dari kebun dan sawah.

Keuchik Gampong Krueng Mariam, Banta Saidi, Minggu (5/5) mengatakan, satu abutment jembatan gantung rusak diterjang banjir lima bulan lalu, sehingga warga harus menangani secara darurat, agar jembatan tersebut tidak ambruk.

“Kita menggalang dana secara swadaya dengan mendatangkan alat berat ke lokasi, untuk menimbun abutmen yang rusak akibat digerus banjir. Penanganan abutment secara darurat harus dilakukan, agar kerusakan abutment tidak membesar,” jelasnya.

Dia menyebutkan jembatan gantung dikerjakan dua tahap pada tahun 2017 dan 2018 dan pada tahun 2018 jembatan gantung tersebut telah rampung dikerjakan. Namun, belum satu tahun digunakan masyarakat, sarana penyeberangan tersebut telah rusak pada satu abutmen dan pemerintah belum memperbaiki abutment rusak tersebut.

“Pemkab harus memperbaiki abutment jembatan gantung di Dusun Alue Lhok yang rusak. Karena penanganan secara darurat tidak bertahan lama, makanya diperlukan penanganan secara permanen.

Dilansir sebelumnya, Ruas jalan dari Tangse menuju Meulaboh, Aceh Barat sering digenangi air, khususnya saat hujan deras turun di kawasan Desa Blang Bungong. Kendaraan pribadi, umum maupun angkutan seperti harus mengarungi sungai, karena jalan sudah rusak diterjang banjir beberapa waktu lalu, akibat luapan Krueng Balee.

Anggota DPRK Pidie, Samsul Bahri, Sabtu (23/3/2019) mengatakan jalan Tangse yang putus sekitar 50 meter sejak beberapa bulan lalu dam sering digenangi air luapan Krueng Balee. Dikatakan, ruas jalan tersebut sudah pernah ditangani secara darurat, namun tidak maksimal, sehingga sering digenangi air dan berubah menjadi alur sungai.(naz)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved