Breaking News:

Pembunuhan di Ulee Madon

Teriak dan Lari Karena Mau Dibunuh, Anak Korban Lihat Adiknya Dibenamkan Pelaku dalam Bak Mandi

Kejadian sadis itu juga bisa diketahui warga berkat bocah tersebut yang berteriak menceritakan ia akan dibunuh oleh pelaku.

Penulis: Zaki Mubarak | Editor: Ansari Hasyim
SERAMBINEWS.COM/FOR SERAMBINEWS.COM
Kondisi korban tergeletak di lantai ruma setelah dibunuh pelaku. 

Laporan Zaki Mubarak I Aceh Utara

SERAMBINEW.COM, ACEH UTARA - Seorang anak korban pembunuhan di Gampong Ulee Madon, Kecamatan Muara Batu, Aceh Utara selamat setelah lolos dari incaran pelaku untuk dibunuh.

Sebelum lari menyelamatkan diri, bocah yang tak disebutkan namanya itu melihat pelaku membenamkan adiknya ke dalam bak mandi.

Belakang, sang adik ditemukan telah meninggal dunia.

Kejadian sadis itu juga bisa diketahui warga berkat bocah tersebut yang berteriak menceritakan ia akan dibunuh oleh pelaku.

Baca: BREAKING NEWS - Mengegerkan! Ayah Bunuh Dua Anak dan Istrinya di Ulee Madon, Aceh Utara

Baca: BREAKING NEWS - Diduga Terlibat Kasus TPPU, Polri Tetapkan Bachtiar Nasir Sebagai Tersangka

Baca: Wiranto Sebut Ada Orang di Luar Negeri yang Menghasut Rakyat, BPN: Pernyataan Meresahkan

Kejadian tragis itu terjadi pada Selasa (7/5/2019) sekitar pukul 02.00 WIB.

Setelah didatangi warga ke kediamannya, didapati tiga orang anggota keluarga anak itu telah tewas.

"Yang meninggal itu istri dan dua orang anaknya, sampai sekarang kita masih memburu pelaku yang diduga suami ketiga si ibu," ucap Kasat Reskrim Polres Lhokseumawe AKP Indra T Herlambang kepada Serambinews.com.

Hingga saat kini belum diketahui motif pembunuhan sadis itu.

Identitas ketiga korban pembunuhan juga masih dalam penyelidikan pihak kepolisian.

"Anaknya kita belum tau nama dan usianya, yang kita tau nama si ibu itu Ira," jelasnya.

Menurut informasi yang dihimpun, salah seorang korban anak tewas mengenaskan dengan kondisi tubuh terendam dalam bak mandi.

Melihat kejadian tersebut, anaknya yang lain terkejut dan lompat dari jendela untuk meminta pertolongan warga.

"Anaknya ada 4 orang, satu tadarus di mesjid sempat ketemu ayahnya sekitar jam 09.00 WIB, yang satunya berhasil kabur itu sampai sekarang masih trauma jadi belum bisa kita ajak bicara," demikian AKP Indra.(*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved