Warga Diminta Waspadai Kebakaran

Wali Kota Banda Aceh, Aminullah Usman, meminta warga Banda Aceh selalu meningkatkan kewaspadaan kebakaran

Warga Diminta Waspadai Kebakaran
IST
WALI Kota, Aminullah Usman, meninjau kesiapan DPKB Kota dalam menghadapi peristiwa kebakaran, Senin (6/5).

BANDA ACEH - Wali Kota Banda Aceh, Aminullah Usman, meminta warga Banda Aceh selalu meningkatkan kewaspadaan kebakaran selama bulan Suci Ramadhan 1440 Hijriah. Karena, potensi kebakaran di bulan puasa ini lebih tinggi dibandingkan bulan-bulan lainnya.

Hal tersebut disampaikan Wali Kota saat melakukan pengecekan kesiapan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Banda Aceh, di Jalan Soekarno-Hatta, Gampong Geuceu Meunara, Kecamatan Jaya Baru, Banda Aceh, Senin (6/5).

Seusai meninjau kesiapan armada dan petugas dalam menghadapi bila ada terjadi kebakaran di Banda Aceh, kepada Kepala DPKP Kota, M Nurdin, Wali Kota selanjutnya mengingatkan masyarakat agar tetap selalu waspada terhadap kebakaran.

Menurut Aminullah, selama Ramadhan aktivitas memasak di dapur-dapur rumah warga cukup tinggi, karena berkaitan dengan mempersiapkan penganan berbuka puasa untuk keluarga atau saat menjelang sahur. Sehingga keadaan itu sering membuat kaum ibu lupa mematikan kompor, karena dikejar waktu untuk berbuka atau belum tuntasnya mempersiapkan penganan berbuka untuk keluarga.

Karena itu, dia mengingatkan agar tetap memperhatikan hal-hal kecil tersebut, tapi dapat memicu kebakaran. “Terkadang pemicu terjadi kebakaran itu akibat lupa mematikan kompor. Karena itu, kami minta kepada kaum ibu, khususnya yang memiliki kesibukan di dapur untuk memastikan kompor, sebelum ditinggalkan saat menjelang berbuka atau sahur,” ujarnya.

Begitu juga dengan alat-alat yang bersumber dari listrik, kata Aminullah, juga menjadi pemicu terjadinya kebakaran. Karena itu, matikan alat-alat elektronik yang tidak perlu, kalau sudah selesai digunakan serta sebelum meninggalkan rumah. “Kita tidak menginginkan kenyamanan warga saat beribadah itu terganggu. Meski demikian, petugas pemadam telah siaga penuh dalam upaya melakukan penangganan dan bila terjadi saat-saat darurat tersebut,” ungkap Aminullah.

Karenanya, kepada warga juga diminta segera menghubungi nomor call center dinas Pemadam Kebakaran Kota Banda Aceh di nomor 0651-113. “Segera telepon petugas pemadam di nomor 0651-113. Petugas di lima titik lokasi yang tersebar di Banda Aceh telah disiagakan 24 jam dan segera bergerak ke lokasi,” pungkas Aminullah.

Sementara Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Banda Aceh, M Nurdin, dalam penjelasannya kepada Wali Kota mengatakan, petugas pemadam telah siaga 24 jam di setiap pos pemadan untuk melayani warga kota.

Menurut mantan Asisten III Setdako Banda Aceh ini, meski kasus kebakaran dari tahun 2017 ke 2018 menunjukkan penurunan. Tapi, dirinya tetap meminta petugas terus bersiaga dan setiap waktu siap dikerahkan untuk melakukan pemadaman, penyelamatan, serta evakuasi saat bencana kebakaran terjadi.

“Kasus kebakaran memang menunjukkan penurunan dari 27 kasus kebakaran tahun 2017, turun menjadi 17 kasus di tahun 2018. Namun, kita harus selalu tetap siaga sesuai permintaan dan pengharapan Pak Wali,” ungkap M Nurdin.

Ia pun menerangkan sebelumnya dia telah memastikan seluruh armada dan alat-alat yang berkaitan dengan pemadaman di lima pos pemadam di Kota Banda Aceh berfungsi dengan baik. “Kami juga meminta warga untuk selalu waspada dan memperhatikan faktor-faktor yang bisa memicu kebakaran, misalnya peralatan dapur dan alat-alat elektronik yang berhubungan dengan listrik,” pungkas Kepala DPKP Kota Banda Aceh, M Nurdin.(mir)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved