Warga Minta Lokasi Kuliner Jajanan Buka Puasa Steril dari Kendaraan

Harusnya jalan ini disterilkan dari masuknya kendaraan roda dua. Karena, kondisi ini sangat mengganggu pengguna jalan

Warga Minta Lokasi Kuliner Jajanan Buka Puasa Steril dari Kendaraan
THE INDIAN EXPRESS
Ilustrasi Ramadhan (THE INDIAN EXPRESS) 

Warga Minta Lokasi Kuliner Jajanan Buka Puasa Steril dari Kendaraan

Laporan Misran Asri | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Warga meminta personel Kepolisian, serta Dinas Perhubungan (Dishub) dan petugas Satpol PP Banda Aceh untuk mensterilkan lokasi kuliner yang menjadi pusat jajanan menu berbuka puasa di Jalan Tengku Pulo Dibaroh--kawasan Rujak Aceh Garuda--dari masuknya kendaraan roda dua.

Pasalnya, masuknya kendaraan roda dua dari kedua arah jalan tersebut, disesaki oleh kendaraan, sehingga mengganggu para pengguna jalan yang ingin berburu kuliner berbuka puasa di sana.

Hal itu diungkapkan Junaidi, warga Kuta Alam yang datang untuk membeli jajanan berbuka puasa dan turut membawa serta dua anaknya untuk mencari penganan.

Baca: Petugas Pemadam Aceh Besar Berjibaku dengan Kebakaran Lahan Ilalang di Lam Awe

"Harusnya jalan ini disterilkan dari masuknya kendaraan roda dua. Karena, kondisi ini sangat mengganggu pengguna jalan. Petugas hendaknya menutup akses jalan dengan water barrier, sehingga tidak ada kendaraan yang masuk," kata Junaidi.

Bukan hanya itu saja, ungkapnya para pengguna sepeda motor yang memasukkan kendaraan di areal itu memarkirkan sembarangan, mulai dari yang di samping gerobak atau rak sampai di badan jalan.

Kalau kondisi itu terus dibiarkan, maka hak-hak pejalan kaki akan terampas.

Baca: Festival Ramadhan Aceh Dimulai di Taman Sari Banda Aceh, Dihiasi Puluhan Stand Kuliner dan Fashion

"Kondisi bulan puasa dengan bulan-bulan lainnya tentu berbeda, karena di lokasi ini diramaikan oleh pedagang yang menjajakan penganan berbuka puasa di sisi kiri, kanan jalan. Kalau hari biasa memang tidak ada pedagang begini banyak dan ini harus dibedakan," ungkapnya.

Untuk kendaraan roda empat memang tidak diizinkan masuk dan seharusnya untuk kendaraan roda dua juga jangan diizinkan, sehingga para pejalan kaki yang akan mencari penganan berbuka lebih leluasa.

"Petugas harus melarang masuknya kendaraan roda dua. Jadi, lokasi berburu penganan berbuka puasa ini hanya diperuntukkan khusus bagi pejalan kaki," harap Junaidi.(*)

Penulis: Misran Asri
Editor: Hadi Al Sumaterani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved