Ceramah Ramadhan di Masjid Raya, Umat Diajak Tinggalkan Perkataan Kotor di Bulan Suci

"Puasa dilakukan tanpa meninggal kata-kata yang tak senonoh, maka tak ada artinya puasa," ujar Ustad Jabbar Sabil

Ceramah Ramadhan di Masjid Raya, Umat Diajak Tinggalkan Perkataan Kotor di Bulan Suci
FOR SERAMBINEWS.COM
Ustaz Dr Jabbar Sabil MA 

Ceramah Ramadhan di Masjid Raya, Umat Diajak Tinggalkan Perkataan Kotor di Bulan Suci

Laporan Muhammad Nasir I Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Puasa di Bulan Ramadhan bukan hanya untuk menahan haus dan lapar, tapi juga harus mampu menahan etika, terutama seperti perkataan dan sifat yang tidak senonoh.

Hal itu menjadi inti ceramah yang disampaikan oleh Ustaz Dr Jabbar Sabil MA, yang merupakan Dosen UIN Ar Raniry Banda Aceh di Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh, Selasa (7/5/2019).

Dalam ceramahnya, Ustad Jabbar Sabil menyampaikan, puasa Ramadhan bukan soal meninggalkan makan minum saja.

Baca: Ini Alasan Polisi Tembak Kedua Kaki Tersangka Pembunuh Istri dan Kedua Anak Tirinya di Aceh Utara

Namun juga harus mampu meninggalkan perbuatan tak senonoh dan tak baik.

Karena jika pun dengan perkataan kotor tidak membatalkan puasa, namun telah ada akhlak dan etika yang sudah dilanggar.

"Puasa dilakukan tanpa meninggal kata-kata yang tak senonoh, maka tak ada artinya puasa," ujar Ustad Jabbar Sabil.

Sehingga target dari puasa Ramadhan itu sendiri tak tercapai.

Baca: Ini Jadwal Imsakiyah Ramadhan 1440 Hijriah di 23 Kabupaten/kota di Aceh

Ia melanjutkan, bahwa subtansi manusia ditunjukkan oleh jiwa. Jika jiwanya baik maka akan terlihat pada perbuatannya.

Jika jiwa tak baik, maka itu artinya menjadi kesempatan dengan puasa Ramadhan ini untuk menyehatkan jiwanya.

"Melalui berpuasa marilah kita mencapai esensi manusia yang sebenarnya," ujarnya.(*)

Penulis: Muhammad Nasir
Editor: Hadi Al Sumaterani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved