KBRI Berlin dan Kemenristekdikti Susun Peta Jalan, Guna Peningkatan Mahasiswa Indonesia di Jerman

Hal itu dilakukan sebagai upaya dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia (SDM) sesuai dengan visi Indonesia 2045.

KBRI Berlin dan Kemenristekdikti Susun Peta Jalan, Guna Peningkatan Mahasiswa Indonesia di Jerman
TRIBUNNEWS.COM
Ilustrasi 

Laporan Mawaddatul Husna | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Berlin dan Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) RI sudah menyusun peta jalan peningkatan dan pembinaan mahasiswa Indonesia di Jerman pada 3 Mei lalu.

Hal itu dilakukan sebagai upaya dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia (SDM) sesuai dengan visi Indonesia 2045.

Wakil Kepala Perwakilan KBRI Berlin, Perry Pada dalam siaran pers yang diterima Serambi Serambinews.com, Rabu (8/5/2019) mengatakan pembinaan mahasiswa Indonesia di Jerman merupakan faktor yang sangat penting, dan dapat mempengaruhi keberhasilan pendidikan para mahasiswa tersebut.

Dikatakan, sebab itu diperlukan skema koordinasi lintas sektor, pemerintah daerah, universitas, serta perwakilan RI untuk membahas berbagai permasalahan terkait sumber daya yang dibutuhkan.

Baca: LPDP Kembali Buka Program Beasiswa Pendidikan Indonesia, Ini Jadwal Pendaftaran dan Syaratnya

Baca: Beasiswa Santri Rp 500 Juta

Baca: Mahasiswa Aceh Masuk Prioritas Penerima Beasiswa Pemerintah Australia, Ini Jadwal Pendaftarannya

"Untuk melakukan pembinaan dan meningkatkan angka kelulusan mahasiswa Indonesia di Jerman, maka langkah-langkah antisipatif disusun dengan melibatkan seluruh pihak yang terlibat dari hulu ke hilir. Pada tahap persiapan keberangkatan, diperlukan komitmen dari Kedutaan Jerman di Jakarta, DAAD Jakarta, dan Goethe Institute," katanya.

Dikatakan, roadmap persiapan keberangkatan dan monitoring sudah dimiliki pemerintah Aceh atas kerja samanya dengan DAAD Jakarta melalui program DAAD-Aceh Sholarships of Excellence yang dicanangkan sejak 2009.

Melalui program itu sudah menghasilkan 135 mahasiswa lulusan Jerman yang berasal dari Aceh.

Hal itu dapat menjadi contoh bagi skema beasiswa pemerintah daerah lainnya ke Jerman, seperti Papua, Papua Barat, dan Nusa Tenggara Barat (NTB).

Menanggapi hal itu, Plt Gubernur Aceh, Ir Nova Iriansyah MT yang juga menghadiri kegiatan 'Pembinaan Mahasiswa Indonesia di Jerman Menuju SDM Berdaya Saing Global', pada 3 Mei lalu di Hotel Sheraton, Surabaya mengatakan meskipun berganti kepemimpinan, pihaknya berkomitmen terhadap pendidikan untuk kemajuan SDM tidak akan berubah.

Saat ini tercatat 4.552 mahasiswa dan calon mahasiswa Indonesia di Jerman yang sedang mengikuti program studienkolleg (sekolah bahasa dan penyetaraan), S1 (Bachelor Degree), S2 (Master Degree) dan S3 (Doctor Degree).

Warga negara asing, khususnya dari negara non-Uni Eropa harus memenuhi persyaratan kualifikasi bahasa jerman level B2/intermediate dan lulus Studienkolleg untuk dapat kuliah S1 di Jerman.

Sedangkan pendidikan tingkat S2 (Master Degree) dan S3 (Doctor Degree) persyaratan Studienkolleg tidak dibutuhkan.

Selain penguasaan bidang yang dianggap sudah memadai, mahasiswa pada kedua tingkat tersebut juga memiliki banyak pilihan program berbahasa Inggris.

Perguruan tinggi di Jerman termasuk dalam daftar 50 penerima nobel terbanyak di dunia. (*)

Penulis: Mawaddatul Husna
Editor: Yusmadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved