Mahfud MD Ceramah di Hadapan Masyarakat Aceh Jakarta, Jelaskan Istilah Garis Keras

Mantan Ketua MK, Mahfud MD tampil sebagai penceramah Ramadhan dihadapan masyarakat Aceh Jakarta, Rabu (8/5/2019) malam.

Mahfud MD Ceramah di Hadapan Masyarakat Aceh Jakarta, Jelaskan Istilah Garis Keras
SERAMBINEWS.COM/FIKAR W EDA
Mahfud MD saat berceramah di hadapan masyarakat Aceh di Jakarta, Rabu (8/5/2019). 

Mahfud MD Ceramah di Hadapan Masyarakat Aceh Jakarta, Jelaskan Istilah Garis Keras

 

Laporan Fikar W Eda | Jakarta

 

SERAMBINEWS.COM, JAKARTA -  Mantan Ketua MK, Mahfud MD tampil sebagai penceramah Ramadhan dihadapan masyarakat Aceh Jakarta, Rabu (8/5/2019) malam.   

Kegiatan yang diselenggarakan Taman Iskandar Muda (TIM) itu  dihadiri Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah, dua anggota DPR RI asal Aceh Nasir Djamil dan Teuku Riefky Harsya dan sejumlah tokoh Aceh.  

Baca: Kembali Pertanyakan Persoalan PT EMM, Mahasiswa Minta Plt Gubernur Jumpai Presiden

Baca: BBPOM Periksa Sejumlah Takjil di Abdya, Ini Makanan yang Dipantau

Baca: Prof Farid Wajdi Kritik Mahfud MD

Mengawali ceramahnya, Mahfud menjelaskan tentang pernyataannya tentang "privinsi garis jeras" yang sempat heboh beberapa waktu lalu. 

"Saya sebetulnya deg-degan saat bicara di sini, sebab baru saja heboh soal garis geras," katanya. Mahfud MD termasuk salah seorang cendikiawan muslim yang acap diundang berceramah oleh Taman Iskandar Muda (TIM) Jakarta.

Mahfud menjelaskan, istilah garis keras itu muncul ketika dirinya diwawancara oleh televisi seusai dirinya bertemu dengan beberapa tokoh Islam lainnya di kediaman Jusuf Kalla seusai hari pencoblosan Pemilu.

"Saat itu ditanya soal rekonsiliasi. Saya katakan di daerah garis keras Jokowi kalah, dan karenanya harus dirangkul. Ditanya, daerah mana saja itu, termasuk Aceh, Sumbar, Sulawesi," cerita Mahfud.

Disebutkan garis keras berbeda dengan radikal atau pemberontak. "Garis keras itu orang yang memiliki prinsip, sikap kuat. Tidak mudah dirayu. Itu bukan pemberontak," ujarnya.

Ia tidak tahu, siapa yang mengganti istilah garis keras dengan radikal dan pemberontak. 

Setelah menjelaskan itu, Mahfud melanjitkan ceramahnya dengan topik 

"bagaimana menerpkan filsafat puasa dalam bernegara dan bermasyarakat." (*)

Penulis: Fikar W Eda
Editor: Jalimin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved