Pelaku Kemungkinan Psikopat, Perlu Diperiksakan ke Psikiater

Psikolog senior Aceh, Dra Psi Hj Nur Jannah Al Sharafi MPd, merekomendasikan agar pria

Pelaku Kemungkinan Psikopat, Perlu Diperiksakan ke Psikiater
IST
Nur Jannah Al Sharafi

BANDA ACEH - Psikolog senior Aceh, Dra Psi Hj Nur Jannah Al Sharafi MPd, merekomendasikan agar pria yang membantai istri dan dua anak tirinya di Ulee Madon, Kecamatan Muara Batu, Aceh Utara, Selasa (7/5) pukul 02.00 WIB, perlu diperiksakan kondisi kejiwaannya kepada psikiater.

Nur Jannah menambahkan, perlu juga diwaspadai adanya kecenderungan psikopat pada pelaku, meskipun untuk itu diperlukan pemeriksaan terlebih dahulu.

“Pendeknya perlu diperiksakan untuk memastikan kondisi kejiwaan pelaku sekaligus membantu kepolisian untuk mengungkap motif yang sebenarnya dari tindak pembunuhan yang ia lakukan,” ujar Nur Jannah saat dihubungi Serambi di Banda Aceh, Selasa (7/5) sore.

Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) yang dilakukan tim Reskrim Polres Lhokseumawe terhadap kasus pembantaian di Desa Ulee Madon, Aceh Utara, diketahui bahwa dua korban dibunuh dengan cara digorok dan ditikam. Sedangkan korban yang masih bayi (2 tahun) tewas setelah dimasukkan kepalanya ke dalam bak mandi.

Nur Jannah menilai, pembunuhan di Ulee Madon itu sudah tergolong keji (evil). Suatu perilaku dikategorikan keji jika ia sudah melampaui dan menyimpang dari standar perilaku yang disepakati masyarakat.

“Nah, membunuh, menggorok, dan memasukkan bayi ke dalam bak hingga meninggal, itu termasuk perilaku keji,” ulas Dosen FKIP Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) ini mengutip Stone (2009).

Nur Jannah juga menyebutkan beberapa komponen perilaku keji tersebut, yakni sangat mengerikan, sulit dinalar, dan akibat penderitaan yang dialami korban sangat mengerikan.

Menurut Nur Jannah, kekejian muncul bisa dicetuskan oleh beberapa hal, yaitu: alkohol maupun drug lainnya, pengalaman masa kecil yang menyakitkan (ada trauma yang tak selesai), pengaruh latihan atau rehearsal berupa game, film kekerasan, pengaruh peer grup (kelompok sebaya yang penjahat, misalnya), gangguan kepribadian, dan dendam atau penyebab lainnya.

“Nah, motif ini yang harus diungkap dalam perbuatan pelaku,” kata Direktur Psikodista Banda Aceh ini. Peristiwa sadis tersebut terjadi di rumah pelaku dan korban, Selasa (7/5/2019) pukul 02.00 WIB. Saat dilakukan olah TKP, ditemukan kondisi bahwa semua pintu terkunci, kecuali pintu di lantai dua yang digunakan oleh anak tiri pelaku yang selamat, yakni Zikri (4) untuk melompat ke luar.

“Sesuai hasil olah TKP, didapati fakta bahwa korban dibunuh dengan cara digorok dan ditikam, sementara korban yang masih bayi dimasukkan ke dalam bak mandi,” tulis Kapolres Lhokseumawe AKBP Ari Lasta Irawan, melalui Kasat Reskim SKP Indra T Herlambang, via WhatsApp kepada Serambi.

Sekitar delapan jam dari peristiwa berdarah itu terjadi, tersangka pelaku yang merupakan suami dari korban dan ayah dari kedua anak tirinya yang juga jadi korban berhasil diringkus polisi di kawasan Lambaro, Aceh Besar. Tersangka kemudian diboyong ke Mapolres Lhokseumawe untuk diinterogasi dan diminta mempertanggungjawabkan perbuatannya. (dik)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved