Penjual Leumang Raih Keuntungan Rp 50 Juta Selama Ramadhan, Ada Permintaan Hingga ke Luar Negeri

pembelinya tidak hanya dari Banda Aceh dan Aceh Besar, tapi juga ada permintaan ke Arab Saudi, Malaysia, Palembang, dan Jakarta

Penjual Leumang Raih Keuntungan Rp 50 Juta Selama Ramadhan, Ada Permintaan Hingga ke Luar Negeri
SERAMBINEWS.COM/MAWADDATUL HUSNA
Pekerja sedang membakar leumang memakai api besar selama empat jam, di Jalan Syiah Kuala, Banda Aceh, Selasa (7/5/2019). 

Penjual Leumang Raih Keuntungan Rp 50 Juta Selama Ramadhan, Ada Permintaan Hingga ke Luar Negeri

Laporan Mawaddatul Husna | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Saat Ramadhan tiba, leumang menjadi penganan khas berbuka puasa yang banyak dicari.

Permintaannya pun meningkat menjadi 40-50 bambu per hari dibanding hari-hari biasa hanya 5-6 bambu per hari.

Leumang menggunakan bahan utama beras ketan atau ubi kayu, gula pasir, garam, dan santan kental.

Kemudian dibakar menggunakan bambu dengan api besar hingga empat jam.

Baca: Ini Jadwal Imsakiyah Ramadhan 1440 Hijriah di 23 Kabupaten/kota di Aceh

"Selain tiap bulan puasa, hari-hari lain juga ada jualan hanya lima sampai enam bambu, tapi kalau ada yang pesan bisa sampai 10 bambu," kata pembuat sekaligus penjual Leumang di Jalan Syiah Kuala, Banda Aceh, Hafsah (70) kepada Serambinews.com, Selasa (7/5/2019).

Ia menuturkan berjualan leumang sudah dimulainya sejak 2002 hingga sekarang.

Pada tahun pertama itu, ia langsung menjual 10 bambu terkadang 15-20 bambu per hari, dan kadang-kadang tidak cukup juga untuk memenuhi permintaan pembeli.

Terkait dengan keuntungan yang diperoleh, selama Ramadhan, Hafsah mengaku dapat memperoleh keuntungan bersih hampir Rp 50 juta.

Baca: Jajanan Sultan Hingga Kue Bhoi Jaman Now Meriahkan Stan Kuliner Festival Ramadhan 2019

Halaman
12
Penulis: Mawaddatul Husna
Editor: Hadi Al Sumaterani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved