Pusat Jajanan Buka Puasa di Banda Aceh Ini Disterilkan dari Kendaraan

Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Banda Aceh, menguji coba, mensterilkan pusat jajanan menu berbuka puasa, di Jalan Tengku Pulo Dibaroh (kawasan Rujak..

Pusat Jajanan Buka Puasa di Banda Aceh Ini Disterilkan dari Kendaraan
For Serambinews.com
Petugas Dishub Kota Banda Aceh, menguji coba dengan memasang water barrier (pembatas jalan) agar sepeda motor tidak masuk ke Jalan Tengku Pulo Dibaroh, Gampong Kampung Baru, Kecamatan Baiturrahman, Banda Aceh yang menjadi pusat jajanan menu berbuka puasa, Rabu (8/5/2019). 

Pusat Jajanan Buka Puasa di Banda Aceh Ini Disterilkan dari Kendaraan

 

Laporan Misran Asri | Banda Aceh

 

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Banda Aceh, menguji coba, mensterilkan pusat jajanan menu berbuka puasa, di Jalan Tengku Pulo Dibaroh (kawasan Rujak Garuda Aceh), Gampong Kampung Baru, Kecamatan Baiturrahman, Banda Aceh, dari masuknya kendaraan roda dua. 

Baca: Ditabrak Vios, Pengendara Sepeda Motor Luka Berat

Baca: Bireuen Dilanda Hujan Lebat dan Angin Kencang, Atap SDIT Muhammadiyah Ambruk

Baca: Mahfud MD Ceramah di Hadapan Masyarakat Aceh Jakarta, Jelaskan Istilah Garis Keras

Pembatasan masuknya kendaraan roda dua ke salah satu pusat jajanan menu berbuka puasa di Kota Banda Aceh ini dilakukan oleh petugas dishub dibantu aparat kepolisian dengan cara memasang water barrier (pembatas jalan) di kedua arah jalan masuk ke areal tersebut.

Kadishub Kota Banda Aceh, Drs Muzakkir Tulot MSi, kepada Serambinews.com, mengatakan sterilisasi kawasan kuliner yang menjadi pusat jajanan bagi warga yang ingin mencari menu berbuka puasa di Jalan Tengku Pulo Dibaroh itu, mulai diuji coba tadi sore, Rabu (8/5/2019) dengan membatasi masuknya kendaraan roda dua.

Langkah tersebut dilakukan Dishub Kota Banda Aceh, untuk menyahuti aspirasi masyarakat yang merasa terganggu dengan masuknya kendaraan roda dua ke pusat kuliner itu. Di samping menggangu pejalan kaki yang menyesaki kawasan tersebut jelang sore hari, masuknya sepeda motor dengan bebas ke areal itu, dianggap semakin menambah kesemrawutan pusat kuliner bagi warga yang ingin berburu penganan berbuka puasa di sana.

Karena, tidak sedikit para pemilik sepeda motor yang memasukkan kendaraannya di sana, memarkirkan sembarangan, mulai di depan gerobak sampai di badan jalan.

“Pada waktu kita uji coba dengan membatasi masuknya sepeda motor masuk ke pusat jajanan itu, komplain itu sudah pasti ada dari warga dan pedagang jajanan menu berbuka puasa yang berjualan di sana. Tapi, bagaimana pun kita akan coba terus mengevaluasinya serta melihat keefektifannya, sehingga warga yang mencari penganan berbuka puasa di Jalan Tengku Pulo Dibaroh (kawasan Rujak Garuda Aceh), betul-betul merasa nyaman,” kata Muzakkir Tulot.

Sebelumnya warga meminta petugas Dishub Kota Banda Aceh dan kepolisian untuk mensterilkan lokasi kuliner yang menjadi pusat jajanan menu berbuka puasa di Jalan Tengku Pulo Dibaroh --kawasan Rujak Aceh Garuda--dari masuknya kendaraan roda dua.

Pasalnya, masuknya kendaraan roda dua dari kedua arah jalan tersebut, semakin menambah sesak kawasan tersebut, sehingga mengganggu para pengguna jalan kaki yang umumnya ingin berburu kuliner berbuka puasa di sana.

Usulan dan saran itu sebelumnya diungkapkan Junaidi, warga Kuta Alam yang datang untuk membeli jajanan berbuka puasa dan turut membawa serta dua anaknya untuk mencari penganan.

"Harusnya jalan ini disterilkan dari masuknya kendaraan roda dua. Karena, kondisi ini sangat mengganggu pengguna jalan. Petugas hendaknya menutup akses jalan dengan water barrier, sehingga tidak ada kendaraan yang masuk. Kalau kondisi itu dibiarkan maka hak-hak pejalan kaki akan terampas," harap Junaidi.

Untuk kendaraan roda empat memang tidak diizinkan masuk, sebutnya dan seharusnya untuk kendaraan roda dua juga jangan diizinkan, sehingga para pejalan kaki yang akan mencari penganan berbuka lebih leluasa. "Petugas harus melarang masuknya kendaraan roda dua. Jadi, lokasi berburu penganan berbuka puasa ini hanya khusus diperuntukkan bagi pejalan kaki," pungkas Junaidi.(*)

Penulis: Misran Asri
Editor: Jalimin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved