Seunuddon dan Baktiya Terakhir Direkap, Ini Sebabnya

Komisi Independen Pemilihan(KIP) Aceh Utara pada Selasa (7/5/2019) malam menuntaskan rekapitulasi suara untuk lima tingkatan dari 27 kecamatan di Aceh

Seunuddon dan Baktiya Terakhir Direkap, Ini Sebabnya
SERAMBINEWS.COM/JAFARUDDIN
Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh Utara, Selasa (7/5/2019) malam menuntaskan rekapitulasi suara untuk lima tingkatan dari 27 kecamatan di Aceh Utara di Hotel Diana Lhokseumawe. 

Seunuddon dan Baktiya Terakhir Direkap, Ini Sebabnya 

 

Laporan Jafaruddin I Aceh Utara

 

SERAMBINEWS.COM, LHOKSUKON – Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh Utara, Selasa (7/5/2019) malam menuntaskan rekapitulasi suara untuk lima tingkatan dari 27 kecamatan di Aceh Utara di Hotel Diana Lhokseumawe.

Kecamatan yang terakhir yang direkap adalah Seunuddon dan Kecamatan Baktiya. Kedua kecamatan tersebut membutuhkan waktu tiga hari lebih dalam proses rekap.

Baca: Tangkapan Nelayan Pidie Jaya Minim. Harga Ikan Normal

Baca: Pusat Jajanan Buka Puasa di Banda Aceh Ini Disterilkan dari Kendaraan

Baca: Pembunuhan di Ulee Madon, Anak Korban Masih Trauma, tak Berani Pulang ke Rumah

Karena untuk Kecamatan Baktiya, Panwaslih merekomendasikan untuk membuka kotak suara lagi, guna merekap kembali jumlah suara berdasarkan form DAA-1 dari 41 desa, karena ada beberapa saksi yang mengkomplain terhadap selisih hasil perolehan suara di kecamatan tersebut.

Sedangkan untuk Kecamatan Seunuddon, membutuhkan waktu yang lama, karena Panwaslih merekomendasikan rekapitulasi ulang.

Hasil rekepitulasi ulang di Kecamatan Seunuddon juga terjadi perubahan angka yang signifikan pada partai nasional, yaitu berkurang jumlah suara yang mencapai 223 suara tingkat Kabupaten Aceh Utara. Sedangkan di tingkat DPR RI juga terjadi penurunan suara calon legislatif yang mencapai 886 suara. Begitu juga dengan tingkat DPRA.

“Untuk kecamatan Baktiya membutuhkan waktu yang lama dalam proses rekapitulasi karena turun satu tingkat ke DA Plano. Kemudian untuk Kecamatan Seunuddon kita harus menunggu proses rekapitulasi ulang. Jadi kedua kecamatan ini yang sempat terhambat proses rekapitulasi suara,” ujar Ketua KIP Aceh Utara Zulfikar SH kepada Serambi.

Sedangkan untuk Kecamatan Geureudong Pase kendati sempat juga harus rekapitulasi ulang di tingkat kecamatan tapi tidak menghambat proses rekap di tingkat kecamatan.

“Semua proses sudah kita lalui dengan baik. Dari dapil satu sampai dapil lima tidak ada interupsi apapun. Dari Aceh Utara 6 yang banyak melakukan interupsi dari saksi,” ujar Zulfikar.

Usai penetapan jumlah suara tersebut, kemudian pihaknya nantinya akan menyamaikan hasil rekap tersebut ke KIP Aceh. (*) 

Penulis: Jafaruddin
Editor: Jalimin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved