Tiga Caleg Terpilih asal Satu Desa

Komisi Independen Pemilihan (KIP) Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) sudah menyelesaikan rekapitulasi

Tiga Caleg Terpilih asal Satu Desa
SERAMBINEWS.COM/ ZAINUN YUSUF
Ketua KIP Abdya, Sanusi memantau kotak suara Capres/Cawapres, DPD, DPR RI, DPRA dan DPRK Abdya yang telah tiba di Kantor PPK Blangpidie. Rekapitulasi hasil perolehan suara pemilihan Capres/Cawapres, DPD, DPR RI, DPRA dan DPRK Abdya, dilaksanakan di seluruh PPK dalam sembilan kecamatan. 

BLANGPIDIE - Komisi Independen Pemilihan (KIP) Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) sudah menyelesaikan rekapitulasi dan penetapan hasil perolehan suara Pemilu 2019 dalam rapat pleno yang berakhir awal Mei. Sebanyak 25 Caleg DPRK yang diprediksi terpilih beredar luas di kalangan masyarakat, yang didasarkan pada hasil perolehan suara di daerah pemilihan (dapil).

Di antara 25 nama caleg yang diprediksi terpilih tersebut, tiga orang berasal dari satu desa/gampong tempat tinggal, yaitu Desa Keude Siblah, Kecamatan Blangpidie atau berada di wilayah dapil 1. Ketiganya, Yulizar (Gerindra), Julinardi (Hanura), dan Zul Ilfan (PKB).

Caleg Anggota DPRK yang ‘bernasib baik’ tersebut sebanyak 10 orang di Dapil 1 meliputi Kecamatan Blangpidie, Susoh, dan Jeumpa. Sejumlah 8 orang di Dapil 2 meliputi Kecamatan Setia, Tangan-Tangan, Manggeng, dan Lembah Sabil. Kemudian, 7 orang di Dapil 3 meliputi Kecamatan Kuala Batee dan Babahrot. Dikatakan, ‘bernasib baik’ karena 25 kursi DPRK Abdya diperebutkan 344 Caleg dari 16 parpol dalam pemilu serentak 2019 di Abdya. Artinya, 319 caleg harus menerima kenyataan gagal menjadi anggota dewan yang terhormat sekaligus membawa beragam bentuk kekecewaan.

Sebanyak tiga orang berasal dari satu desa/gampong tempat tinggal, yaitu Desa Keude Siblah, Kecamatan Blangpidie atau berada di wilayah dapil 1. Ketiganya, Yulizar (Gerindra), Julinardi (Hanura), dan Zul Ilfan (PKB).

Partai Gerindra di dapil 1 mengumpulkan suara sah 3.792, sehingga sebagai caleg terpilih yang berhak Yulizar, warga Dusun I Keude Siblah, karena meraih suara calon terbanyak 795 dari 10 caleg. Yulizar tercatat dua kali maju sebagai caleg DPRK Abdya pada Pemilu 2014 lalu. Dia maju melalui Partai Aceh, tapi tidak berhasil.

Gagal dipilih sebagai anggota dewan, Yulizar kemudian dipilih menjadi Keuchik Gampong Keude Siblah. Tapi, tahun 2018 mengundurkan diri dari jabatan keuchik karena maju sebagai caleg DPRK Abdya mewakili Partai Gerindra, dimana kali ini diperkirakan sukses.

Warga Keude Siblah lainnya yang diprediksi terpilih adalah Julinardi, karena Partai Hanura mengumpulkan suara sah partai sejumlah 3.007 di dapil 1. Caleg terpilih yang berhak adalah Julinardi setelah mengumpulkan suara sah calon sejumlah 875, yaitu suara terbanyak dari 10 caleg Hanura di Dapil 1. Bila prediksi ini benar, maka warga Dusun II Keude Siblah ini dua periode melenggang menuju kursi DPRK. Julinardi sudah menjadi Anggota DPRK setempat periode 2014-2019 juga mewakili Hanura.

Selajutnya, diperkirakan terpilih, Zul Ilfan (PKB) karena jumlah suara sah PKB di dapil 1 mencapai 3.231 dan suara sah calon sebanyak 1.031. Perolehan Zul Ilfan pada urut calon 9 hanya unggul 7 suara dari Zulkarnaini pada nomor urut 2 yang mengumpulkan suara calon 1.024. Dan, bila predikisi ini benar, maka Zul Ilfan sudah tiga kali sukses meraih kursi DPRK Abdya. Warga Dusun IV Keude Siblah ini sudah bertahan di gedung dewan selama dua periode, yakni 2009-2014 mewakili PDK dan 2014-2019 mewakili PKB.

Sisi lain yang menarik, dari 25 nama angggota DPRK Abdya yang diperkirakan terpilih periode 2019-2024, hanya satu orang keterwakilan perempuan. Dia adalah Dina Afrida SPd dari Partai Aceh, warga Desa Keude Paya, Kecamatan Blangpidie atau wilayah Dapil 1. Dina diperkirakan terpilih setelah meraih suara sah calon 520, yaitu suara terbanyak dari 12 caleg dari suara sah PA 2.612.

Ketua KIP Abdya, Sanusi SPd, melalui Kasubbag Teknis Pemilu dan Hupmas, Agus Mudaksir SH yang dihubungi Serambi, Selasa (7/5), menjelaskan, rekapitulasi dan penetapan hasil perolehan suara caleg DPRK Abdya sudah ditetapkan dalam pleno yang berakhir Rabu (1/5). “Penetapan kursi terpilih belum dilaksanakan, tapi rekap hasil suara juga telah diserahkan kepada saksi parpol, sudah terlihat caleg caleg yang mendapat kursi (terpilih),” kata Agus Mudaksir. Ketika dihubungi kemarin, Agus sedang berada di Banda Aceh bersama komisioner, mengikuti rekapitulasi dan penetapan hasil perolehan suara pemilu 2019 tingkat Provinsi Aceh yang digelar KIP Aceh.

Agus menjelaskan, rapat pleno penetapan kursi terpilih atau calon terpilih anggota DPRK Abdya 2019-2024 dilaksanakan tiga hari setelah tanggal 25 Mei. Sebab, tanggal 23, 24, dan 25 Mei 2019 merupakan jadwal menyampaikan gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK) bila ada. “Tiga hari setelah berakhir jadwal mengajukan gugatan ke MK, maka rapat pleno penetapan kursi terpilih kira-kira tanggal 28 Mei mendatang,” ungkap Agus Mudaksir.(nun)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved