Batu Pemecah Ombak di Panteraja Terus Amblas dan Kini Mengancam Keselamatan 300 Rumah Warga

Batu gajah pemecah ombak sepanjang 1,5 Km di sepanjang pantai Gampong Keudee Panteraja, Pidie Jaya terus terbenam atau amblas ke pasir.

Batu Pemecah Ombak di Panteraja Terus Amblas dan Kini Mengancam Keselamatan 300 Rumah Warga
SERAMBINEWS.COM/IDRIS ISMAIL
Masyarakat Gampong Keudee Panteraja, Kecamatan Panteraja, Pidie Jaya, Kamis (2/5/2019) memperhatikan kondisi batu penahan ombak yang mengalami penurunan atau amblas ke pasri setelah gempa pada akhir 2016. 

Batu Pemecah Ombak di Panteraja Terus Amblas dan Kini Mengancam Keselamatan 300 Rumah Warga

Laporan Idris Ismail | Pidie Jaya

SERAMBINEWS.COM,  MEUREUDU - Batu gajah pemecah ombak sepanjang 1,5 Km di sepanjang pantai Gampong Keudee Panteraja, Pidie Jaya terus terbenam atau amblas ke pasir.

Akibatnya, 300 unit rumah warga terancam diterjang air laut.

"Batu penahan ombak tenggelam dari permukaan pasir akibat bencana gempa pada akhir 2016," kata Ir HM  Bentara (64), tokoh masyarakat di Gampong Keudee Panteraja, kepada Serambinews.com, Kamis (9/5/2019).

Dari 1,5 kilometer batu pemecah ombak di bibir pantai itu, dalam dua tahun terakhir terus mengalami penurunan (amblas).

Akibatnya, air dengan mudah masuk ke pemukiman warga. Terutama jika saat air pasang purnama.

Jika persolan ini tidak ditangani oleh pemerintah dengan cara menormalisasi batu pemecah ombak tersebut, tidak tidak tertutup kemukinan pemukiman warga akan terus digerus oleh ambrasi pantai.

"Kami mendesak pemerintah segera turun tangan demi menyelamatkan 300 kepala keluarga (KK) yang kini diliputi rasa was-was yang berkepanjangan dalam dua tahun terakhir," jelasnya.

Sekretaris Daerah (Sekda) Pijay, Drs H Abd Rahman Puteh SE MM kepada Serambinews.com secara terpisah mengatakan, pemerintah sudah mengusulkan ke dalam alokasi dana otonomi khusus (Otsus) dan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) 2018.

"Namun belum tertampung maka dalam tahun ini pemerintah juga berupaya melakukan usul yang sama dan diharapkan persoalan ini dapat tersahuti," ujarnya.(*)

Penulis: Idris Ismail
Editor: Safriadi Syahbuddin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved