Dipergok Selingkuh, Oknum Pejabat Abdya Dicopot

Rd (38) oknum pejabat eselon IV di kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) yang dipergoki selingkuh dengan Id (37) salah seorang staf Dinas Pemberdayaan ..

Dipergok Selingkuh, Oknum Pejabat Abdya Dicopot
Google/net
Ilustrasi PNS 

Dipergok Selingkuh, Oknum Pejabat Abdya Dicopot

Laporan Rahmat Saputra I Aceh Barat Daya

SERAMBINEWS.COM, BLANGPIDIE - Rd (38) oknum pejabat eselon IV di kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) yang dipergoki selingkuh dengan Id (37) salah seorang staf Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Pengendalian Penduduk dan Pemberdayaan Perempuan (DPMP4) setempat dikabarkan dicopot.

Baca: Safari Ramadhan Ke Masjid Syekh Abdurrauf, Cek Zainal Serahkan Uang, Ambal, Hingga Kurma

Baca: Setelah Operasi, Begini Kondisi Abrar Bocah Kelainan Jantung Asal Pidie di RS Harapan Kita

Baca: BBPOM Temukan Enam Sampel Takjil di Abdya Diduga Mengandung Boraks

 

Sementara Id teman selingkuhannya itu, kabarnya diberikan sanksi turun pangkat satu.

Pemberian sanksi keras itu berdasarkan hasil dari tim kode etik dan penegakan disiplin PNS Aceh Barat Daya.

Kabarnya, pangkat Id sudah IIIa, dengan sanksi penurunan satu tingkat itu menjadi IId.

Informasi yang diperoleh, Rd bukan copot, tapi tidak bisa naik pangkat selama tiga tahun, begitu juga dengan Id.

Menurut tim, Rd dan Id telah melanggar Peraturan Pemerintah (PP) 53 tentang menjaga kehormatan negara dan PP 42 tentang Pembinaan Jiwa Korps dan Kode Etik PNS.

Kabarnya, kini Rd telah mendapat 'posisi baru' menjadi staf dan dipindahkan ke Setcam Lembah Sabil, sementara Id menjadi staf di Setcam Setia.

Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Abdya, drh Cut Hasnah Nur saat dikonfirmasi Serambinews.com membenarkan bahwa Rd telah dicopot dari jabatannya.

"Iya benar yang bersangkutan telah kita tindak berupa lepas jabatan atau dicopot. Hal itu sesuai dengan hasil tim kode etok dan penegakan disiplin PNS," ujar kepala BKPSDM, drh Cut Hasnah Nur  didampingi Kabid Pengembangan dan Sumber Daya Manusia, Rahmad Sumedi SE.

Sementara Id, katanya, juga diberikan sanksi berupa penurunan pangkat satu tingkat dari IIIa menjadi IId, dan tidak bisa naik pangkat.

"Iya, selama tiga tahun mereka tidak bisa naik pangkat," katanya.

Ia menyebutkan pemberian sanksi itu, sebagai efek jera terhadap mereka dan para PNS yang telah melanggar aturan.

"Kita berharap kejadian Rd dan Id adalah yang terakhir, dan tidak ada pejabat lain yang akan mendapat sanksi tegas tersebut," pungkasnya. (*)

Penulis: Rahmat Saputra
Editor: Jalimin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved