Harian Israel Bocorkan Dokumen 'Deal of Century', Berisi Cikal Bakal Negara Palestina Baru

Dokumen tersebut merincikan unsur-unsur rencana perdamaian saluran belakang AS yang dikenal sebagai "Kesepakatan Abad Ini".

Harian Israel Bocorkan Dokumen 'Deal of Century', Berisi Cikal Bakal Negara Palestina Baru
ANADOLU AGENCY/MOSTAFA ALKHAROUF
Sebuah foto yang diambil oleh jurnalis foto Agensi Anadolu Mostafa Alkharouf pada 05 Oktober 2018 memperlihatkan Haram al-Sharif, termasuk Qubbat al-Sakhrah dari Masjid Al-Aqsa Compound selama matahari terbit di Yerusalem. Mostafa Alkharouf (32) warga Palestina kelahiran Aljazair, telah ditahan oleh polisi Israel pada Januari. Dia telah dijadwalkan untuk dideportasi sesuai dengan putusan pengadilan Israel. Karena ia lahir di Aljazair, Jaksa penuntut Israel menyerukan agar Kharouf diusir dari Tepi Barat yang diduduki ke Yordania, terlepas dari kenyataan bahwa keluarganya berasal dari Yerusalem. 

7. Garis waktu dan tahapan implementasi

Saat menandatangani perjanjian:

Hamas akan menyimpan semua senjatanya, termasuk senjata pribadi, dengan pihak berwenang Mesir.

Anggota Hamas, termasuk para pemimpin, akan terus menerima gaji dari negara-negara pendukung sampai pemerintah dibentuk.

Perbatasan Jalur Gaza, termasuk perbatasan maritim, akan terbuka untuk pergerakan barang dan pekerja ke Israel dan Mesir, seperti situasi Tepi Barat saat ini.

Dalam satu tahun, pemilihan demokratis akan diadakan dan pemerintahan Palestina Baru akan dipilih dan setiap warga negara Palestina akan dapat mencalonkan diri untuk pemilihan.

Satu tahun setelah pemilihan dan pembentukan pemerintah, orang-orang Palestina yang ditahan di penjara-penjara Israel akan dibebaskan secara bertahap selama tiga tahun.

Dalam lima tahun, pelabuhan dan bandara akan didirikan di Palestina Baru, dan sampai saat itu, warga Palestina akan menggunakan bandara dan pelabuhan di Israel.

Perbatasan antara Palestina Baru dan Israel akan terbuka untuk pergerakan warga dan barang seperti halnya dengan negara-negara sahabat.

Sebuah jalan raya yang menghubungkan Tepi Barat dan Jalur Gaza akan dibangun.

China akan membayar 50% dari biayanya, sementara Korea Selatan, Australia, Kanada, AS, dan UE masing-masing akan membayar 10%.

8. Lembah Jordan

Lembah Jordan akan tetap di bawah kendali Israel.

Jalan 90 akan menjadi jalan empat jalur.

Israel akan mengeluarkan tender untuk memperluas jalan.

Palestina Baru akan diberikan dua rute baru ke Yordania dengan penyeberangan di bawah kendalinya.

9. Tanggung jawab

Jika Hamas dan PLO menolak untuk menandatangani 'Kesepakatan Abad Ini', AS akan membatalkan semua dukungan keuangan kepada Palestina dan memastikan bahwa tidak ada negara yang mentransfer dana kepada mereka.

Jika PLO menandatangani kesepakatan, tetapi Hamas atau Jihad Islam menolak, para pemimpin kedua gerakan ini akan dianggap bertanggung jawab.

Dalam perang baru antara Israel dan Jalur Gaza, AS akan mendukung Israel dalam menargetkan para pemimpin ini.

Jika Israel menolak menandatangani perjanjian, AS akan menghentikan semua dukungan keuangan.

Sikap Jihad Islam

Sementara itu, sekretaris jenderal kelompok perlawanan Jihad Islam, mengatakan ia mengharapkan "perang Israel di Jalur Gaza di musim panas".

Berbicara kepada TV Al-Mayadeen yang berbasis di Beirut, Ziyad Al-Nakhaleh mengatakan bahwa perang seperti itu akan datang sebagai bagian dari upaya untuk menerapkan apa yang disebut Kesepakatan Abad Ini.

"Kami sebagai gerakan perlawanan di Gaza siap untuk perang apa pun," kata Al-Nakhaleh.

Dia menggambarkan serangan Israel baru-baru ini terhadap warga sipil di daerah kantong yang dikelola Hamas, sebagai upaya untuk menekan perlawanan Palestina di Gaza.

Cabang Gerakan Jihad Islam berkumpul di depan kantor Komite Palang Merah Internasional di Kota Gaza, Senin (17/12/2018). Aksi ini dilakukan sebagai bentuk dukungan kepada tahanan Palestina di penjara Israel.
Cabang Gerakan Jihad Islam berkumpul di depan kantor Komite Palang Merah Internasional di Kota Gaza, Senin (17/12/2018). Aksi ini dilakukan sebagai bentuk dukungan kepada tahanan Palestina di penjara Israel. (ANADOLU AGENCY/ALI JADALLAH)

Baca: Menyambut Bulan Puasa di Musim Panas

Baca: TNI AU akan Bangunkan Warga saat Sahur dengan Pesawat Tempur, Ini Daerah yang Dilewati

Militer Israel menghantam daerah kantong pantai pada akhir pekan dengan serangan udara dan artileri, sementara kelompok perlawanan yang berbasis di Gaza menanggapi dengan menembakkan roket ke arah Israel selatan.

Kekerasan berakhir saat fajar pada hari Senin, ketika gencatan senjata - ketentuan pasti yang masih belum jelas - mulai berlaku.

Setidaknya 27 warga Palestina meninggal dunia dan puluhan lainnya cedera.

Sementara empat orang Israel tewas, menurut laporan media Israel.

Peningkatan itu dimulai Jumat lalu ketika empat warga Palestina terbunuh oleh serangan militer Israel terhadap posisi-posisi yang berafiliasi dengan Hamas di Gaza.

Baca: Setelah Bachtiar Nasir, Kini Giliran Eggi Sudjana Ditetapkan Jadi Tersangka

Baca: Ini Perkiraan Anggota DPRA dari Dapil 5 dan 9

Liga Arab Menolak

Para menteri luar negeri Liga Arab pada Minggu menegaskan bahwa mereka menolak segala bentuk rencana perdamaian yang tidak menghormati hak-hak rakyat Palestina.

Penolakan itu disampaikan saat akhir diskusi sidang luar biasa Liga Arab di Kairo.

Mengacu pada rencana Amerika Serikat yang dijuluki "Kesepakatan abad ini" untuk mendirikan negara Palestina di Jalur Gaza, deklarasi tersebut menyebutkan bahwa rencana semacam itu tak akan pernah membawa perdamaian yang komprehensif dan abadi di Timur Tengah, karena rencana itu tidak memberikan hak-hak yang sah kepada rakyat Palestina.

Hak-hak tersebut di antaranya adalah menampung dan mewujudkan aspirasi rakyat Palestina untuk mendirikan kembali negara merdeka dengan menjadikan Yerusalem Timur sebagai ibukotanya.

Deklarasi tersebut juga mendesak kelompok-kelompok Palestina untuk membangun rekonsiliasi nasional dan mengadakan pemilihan umum sesegera mungkin.

Netanyahu tak Percaya Perdamaian

Dalam pertemuan luar biasa Liga Arab, Presiden Palestina Mahmoud Abbas mengatakan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu "tidak percaya pada perdamaian".

Abbas pun mengklaim bahwa Netanyahu tidak punya mitra Palestina, sehingga dia menawarkan perdamaian nyata dengan berdasarkan pada legitimasi internasional.

Dia juga menuding Israel melanggar resolusi internasional termasuk Kesepakatan Oslo dan Protokol Ekonomi Paris sejak 1947.

Abbas juga mengkritik Presiden AS Donald Trump yang mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel dan merelokasi Kedutaan Besar AS dari Tel Aviv ke Yerusalem.(Anadolu Agency)

Editor: Zaenal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved