Kasus Agara Sudah ke Kejati

Penyidik Ditremkrimsus Polda Aceh melimpahkan kasus dugaan korupsi pembangunan jalan dua jalur di Aceh Tenggara

Kasus Agara Sudah ke Kejati
IST
MUNAWAL HADI, Kasi Penkum Kejati Aceh

* Terkait Pembangunan Jalan Dua Jalur

BANDA ACEH - Penyidik Ditremkrimsus Polda Aceh melimpahkan kasus dugaan korupsi pembangunan jalan dua jalur di Aceh Tenggara (Agara) tahun 2011/2012 ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) Aceh, Rabu (8/5). Pelimpahan itu bersamaan dengan empat tersangka kasus tersebut.

Keempat tersangka adalah Direktur PT Gayotama Leopropita dengan inisial IR CA, Direktur PT Multi Bangun Cipta Persada dengan inisial M, Direktur PT Jiban Aman Sentosa dengan inisial ST, dan Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan dengan inisial SM.

Kasi Penkum Kejati Aceh H Munawal Hadi MH menyatakan dalam kasus itu, keempat tersangka diduga melakukan korupsi dana pembangunan jalan dua jalur batas Kutacane-Sumatera Utara (Sumut) lanjutan 1, 2, dan 3. “Berkasnya sudah kita terima,” katanya.

Pendanaan mega proyek tersebut, sebut Munawal, bersumber dari dana penyesuaian infrastruktur daerah (DPID), dana percepatan pembangunan infrastruktur daerah (DPPID) dan Anggaran Pendapat Belanja Aceh (ABPA) tahun 2011/2012.

Dia merincikan, nilai kontrak untuk pembangunan jalan dua jalur batas Kutacane-Sumut lanjutan 1 sebesar Rp 19.540.826.000 dari DPID. Proyek ini dikerjakan oleh PT Gayotama Leopropita dengan Direktur IR CA. Dari hasil audit kerugian negara mencapai Rp 1.229.083.026.

Untuk pembangunan lanjutan 2, ungkap Munawal, nilai kontrak proyek itu Rp 25.846.960.000 yang bersumber dari APBA 2011 dan dikerjakan oleh PT Multhi Bangun Cipta Persada dengan Direktur M. Pada lanjutan 2 ini, nilai kerugian mencapai Rp 3.375.934.651.

Sedangkan nilai kontrak pembangunan lanjutan 3 sebesar Rp 17.893.030.000 yang bersumber dari DPPID dan dikerjakn oleh PT Jiban Aman Sentosa dengan Direktur S. Pada pengerjaan ini, nilai kerugian negara mencapai Rp 1.591.756.772,87.

Munawal mengatakan, jaksa akan memeriksa kembali semua berkas perkara terkait perkara tersebut sebelum dilimpahkan ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Banda Aceh. “Dalam waktu dekat akan kita limpahkan ke pengadilan,” tukasnya.

Dalam kesempatan itu, Kasi Penkum Kejati Aceh, H Munawal Hadi juga menyampaikan keempat tersangka kasus dugaan korupsi dana pembangunan jalan dua jalur batas Kutacane-Sumut lanjutan 1, 2, dan 3 tersebut langsung ditahan setelah dilimpahkan.

Keempat tersangka, kata Munawal, ditahan di Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Banda Aceh. Dalam proses pelimpahan itu, kata dia, para tersangka turut didampingi para kuasa hukumnya. “Mereka ditahan di LP Banda Aceh semua,” kata Munawal.

Saat masih dalam penangganan penyidik Ditremkrimsus Polda Aceh, keempat tersangka juga ditahan. Penahanan itu untuk memudahkan dalam proses hukum dan agar tidak melarikan atau menghilangkan barang bukti.(mas)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved