Suplai Solar di PPS Lampulo Lancar

Pelayanan bahan bakar solar subsidi kepada boat nelayan yang hendak melaut di Pelabuhan Perikanan Samudera

Suplai Solar di PPS Lampulo Lancar
SERAMBI/HERIANTO
KEPALA Syahbandar PPS Kutaradja Lampulo, Tommi Purnomo dan Kepala UPTD Lampulo, Nurhadi berbincang dengan awak boat terkait rendahnya harga ikan, di PPI Lampulo 

BANDA ACEH - Pelayanan bahan bakar solar subsidi kepada boat nelayan yang hendak melaut di Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS) Kutaradja Lampulo, Kota Banda Aceh, sampai memasuki hari ketiga bulan puasa, masih berjalan lancar. “Syahbandar dan UPTD PPS Lampulo, belum menerima keluhan nelayan yang mau melaut terkait soal penyediaan bahan bakar solar subsidi di PPS Kutaradja Lampulo,” kata Kepala UPTD PPS Kutaradja Lampulo, Banda Aceh, Nurmahdi kepada Serambi, Rabu (8/5), di ruang kerjanya.

Didampingi Kepala Syahbandar PPS Kutaradja Lampulo, Tommi Purnomo, Nurmahdi menyebutkan, pada hari pertama puasa yakni Senin (6/5), ada 19 boat yang pergi melaut, di mana kebutuhan bahan bakar solar subsidinya dilayani Stasiun Pompa Bahan Bakar Nelayan (SPBN) di PPS Lampulo. Pada hari kedua puasa, ucapnya, ada sekitar 15 boat yang mengajukan izin melaut dan sudah menerima pelayanan penyaluran bahan bakar solar subsidi dari SPBN. “Semuanya dilayani dengan baik sesuai kebutuhan yang diminta sekitar 1.000-1.600 liter per unit boat kapasitas 20-30 GT,” jelasnya.

Untuk boat kapasitas di bawah 30 GT, beber Nurmahdi, masih diberikan bahan bakar solar subsidi seharga Rp 5.150/liter. Sedangkan boat di atas 30 GT, ia harus membeli bahan bakar solar nonsubsidi dengan harga di atas Rp 9.000/liter.

Ia menerangkan, di PPS Lampulo terdapat dua unit SPBN. Masing-masing SPBN diberikan kuota solar subsidi sekitar 128 kilo liter/bulan dari Pertamina. Kalau dibagi 30 hari, berarti per harinya 4,2 KL. “Sementara ini, kedua SPBN itu masih mampu mensuplai kebutuhan bahan bakar solar subsidi untuk kapal-kapal nelayan berkapasitas 5 30 GT,” tukasnya.

Sementara itu, Kepala Syahbandar, Tommi Purnomo mengungkapkan, jumlah boat tangkap ikan yang berdomisili di PPS Kutaradja Lampulo sekitar 362 unit. Rinciannya, boat kapasitas 5 GT 29 unit, boat 6-10 GT 138 unit, boat 11-20 GT 31 unit, boat 20-30 GT ada 55 unit, boat 31-50 GT 66 unit, boat 51-100 GT sebanyak 39 unit, dan boat di atas 100 GT berjumlah 4 unit.

Semua boat di PPS Kutaradja Lampulo itu, papar Tommi, sudah terdaftar sehingga setiap melaut harus minta izin pelayaran ke syahbandar.

“Begitu juga waktu pulang melaut, harus melapor kembali mengenai sisa bahan bakar yang dimiliki, dan jumlah ikan yang berhasil ditangkap, serta lainnya. Laporan jumlah sisa bahan bakar solar subsidi itu diwajibkan bagi boat kapal di bawah 30 GT karena mereka masih menerima BBM bersubsidi itu,” tandasnya.(her)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved